Saturday, March 3, 2012

Kisah Hakim Berhati Mulia & Ketidakadilan Bagi Si Miskin di Facebook Polres Sidoarjo

posted by indah.com 0n 3 Mac 2012


Seorang nenek diadili gara-gara mencuri ubi kayu Namun majelis hakim berpihak kepada sang nenek meski tetap menjatuhkan hukuman.
 
Potret ketidakadilan rakyat kecil yang disertai foto tersebut menghiasi akuan facebook milik Polres Sidoarjo, Khamis (1/3/2012) siang. Sayangnya, penguggah tidak menyebutkan lokasi pengadilan negeri yang menyidangkan kes nenek versus pengusaha singkong itu.
 
Inilah cerita yang diunggah Polres Sidoarjo di akaun facebook miliknya. 
Di ruang sidang perbicaraan seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri ubi kayu. Nenek itu berdalih bahawa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. 
 
Namun seorang lelaki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan ubi kayu tersebut tetap pada tuntutannya, dengan alasan agar menjadi contoh bagi warga lainnya.
 
Hakim menghela nafas. dan berkata, "“Maafkan saya, bu", katanya sambil memandang nenek itu.
"Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2.5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU".
Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan wang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.
 
"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, kerana menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya".
 
"Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada tertuduh.”
 
Sebelum palu diketuk, nenek itu telah mendapatkan sumbangan wang sebanyak Rp 3.5 juta dan sebahagian telah dibayarkan ke mahkamah untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa baki wang termasuk wang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.
 
Semoga di Indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia seperti ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum boleh dipastikan alasan admin Polres Sidoarjo memposting cerita itu. Pihak polres belum boleh dikonfirmasi.

No comments:

Post a Comment