Thursday, June 15, 2017

Isteri Seorang Perdana Menteri Ditembak Mati di Jalan

 15/06/2017
Tom Thabane(AFP / Alexander Joe )
MASERU
 Lipolelo Thabane, isteri Perdana Menteri terpilih Lesotho, Thomas Thabane, ditembak mati, Rabu malam, di Desa Ha Masana, 35 kilometer dari Ibu Kota Maseru.

Pembunuhan ini terjadi dua hari menjelang peresmian Thabane sebagai Perdana Menteri. Pelantikan itu dilakukan setelah dia memenangi pemilihan umum awal bulan ini.

Informasi kematian Lipolelo disampaikan pihak parti, dan juga aparat  polis , Khamis (15/6/2017), seperti dikutip kantor berita AFP.
Thabane juga adalah Mantan Perdana Menteri yang menjawat jawatan sejak Jun  2012 hingga Mac 2015. 
Kini dia memimpin sebuah kubu pembangkang dalam parti All Basotho Convention (ABC).

Samonyane Ntsekele, Sekretaris Jenderal ABC menyebutkan, Thabane sangat hancur akibat kes penembakan ini.
"Ya betul, Ibu Lipolelo ditembak mati tadi malam. Semua orang trauma dengan kejadian ini," kata Ntsekele.

Thabane akan menggantikan Pakalitha Mosisili yang menjawat jawatan sebagai Perdana Menteri sejak 2015.
Dia memenangi pemilihan setelah membentuk koalisi dengan tiga parti lainnya, dan mendapatkan kerusi terbanyak di parlimen.

Thabane dan Lipolelo diketahui sedang terlibat perselisihan hingga masuk dalam proses perceraian.
Lipolelo menang dalam persidangan pertama melawan suaminya, yang telah menyebut Lipolelo sebagai Wanita Pertama, dan bukan isteri mudanya, Liabiloe Thabane.

Sebuah sumber polis menyebutkan, Lipolelo sedang memandu dengan seorang temannya, ketika melihat seorang lelaki melintas di tepi jalan.
"Tersangka mengeluarkan pistol dan melepaskan tembakan ke arah mereka. Lipolelo meninggal di tempat kejadian, sementara wanita seorang lagi ketika ini berjuang untuk hidupnya di rumah sakit," kata sumber itu.
Jurucakap polis   Clifford Molefe pun memastikan telah terjadi penembakan tersebut.

Lesotho, berada dalam krisis politik sejak percubaan kudeta di tahun 2014. Negara itu mengadakan pemilihan pada 3 Jun  lalu. Pemilu itu adalah yang ketiga dalam lima tahun terakhir.
Sumber: Kompas.com

No comments:

Post a Comment