Tuesday, February 12, 2019

Bonsai berusia 400 tahun dicuri, pemilik kirim pesan untuk pencurinya

  Selasa 12 Februari 2019  
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 12 18 2016816 bonsai-berusia-400-tahun-dicuri-pemilik-kirim-pesan-untuk-malingnya-yhTfwSpyQn.jpg  
Salah satu bonsai milik suami isteri Iimura yang dicuri dari rumah mereka. (Foto: Facebook/Seiji Iimura)

TOKYO – Seorang pemilik bonsai di Jepun mengirimkan pesan kepada pencuri yang masuk ke rumahnya dan mencuri koleksi bonsainya yang indah dan bernilai tinggi. Fuyumi Iimura berpesan agar para pencuri menyiram bonsai-bonsai tersebut. 

Diwartakan CNN, selama beberapa malam, sekumpulan pencuri bonsai-bonsai terbaik dari koleksi Iimura. Di antara bonsai yang digondol oleh para pencuri, terdapat beberapa bonsai yang dianggap bonsai terindah yang pernah ada.

Dalam posting di Facebook, Iimura mengatakan bahwa kehilangan bonsai-bonsai tersebut seperti kehilangan seorang anak dan hal yang lebih buruk adalah jika bonsai-bonsai berusia ratusan tahun itu layu dan rosak kerana tidak dirawat dengan baik. 

"Saya ingin siapa pun yang mengambil bonsai untuk memastikan mereka disiram. Shimpaku hidup selama 400 tahun. Perlu  rawatan dan tidak boleh bertahan seminggu tanpa air," kata Iimura dalam post di Facebook. Shimpaku merujuk pada nama bonsai pohon jintannya yang dicuri.
"Mereka boleh hidup selamanya - bahkan setelah kita pergi, jika mereka menerima  rawatan yang tepat." 

Menurut CNN, para pencuri bonsai tersebut tahu persis apa yang mereka incar, kerana dari tujuh bonsai yang mereka gondol adalah bonsai-bonsai paling berharga dari koleksi Iimura. 

Suami Iimura, Seiji adalah generasi kelima master perajin bonsai yang keluarganya telah merawat bonsai sejak zaman Edo, Jepun yang berakhir pada 1868.
Bonsai Shimpaku yang dicuri adalah salah satu bonsai kesayangan Iimura, bonsai berusia 400 tahun dengan garis-garis pohon yang indah. 

Secara total, bonsai-bonsai itu bernilai sekitar USD118,000   , namun boleh bernilai lebih mahal di pasar gelap.
"Kami memperlakukan pohon mini ini seperti anak-anak kami," kata Iimura. "Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan bagaimana perasaan kita. Ini seperti memiliki anggota tubuh anda dipotong," katanya

Rahman Asmardika, Jurnalis

No comments:

Post a Comment