Saturday, July 22, 2017

Wanita ini tebas kelamin suaminya, lalu disimpan di dompet

Sabtu, 22 Julai 2017

 
 Ilustrasi. ©2016 Merdeka.com
Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga di India ini mirip dengan terjadi di Indonesia beberapa tahun silam. Seorang wanita menebas kelamin suaminya hingga putus, dan disimpan di dompet.

Dilansir dari laman Times Of India, Sabtu (22/7), ibu dari empat anak bernama Sarasu (30), ditangkap polis  di Gudiyatham, Tamil Nadu, India, saat hendak lari ke rumah orang tuanya. Insiden itu terjadi Khamis lalu.
Kehidupan rumah tangga Sarasu bersama sang suami, Jagadeesan, selama 14 tahun memang tidak pernah harmonis. Mereka sempat berpisah rumah selama setahun dan, kemudian r7juk semula  setelah dibujuk anaknya berusia 13 tahun.

Keduanya bertemu ketika sama-sama bekerja di kilang garmen. Namun, mereka kerap bertengkar dan saling tuduh soal perselingkuhan.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Khamis dini hari. Keduanya bertengkar. 

Keempat anak mereka sedang berada di rumah kakek dari sang suami.
"Pertengkaran keduanya terjadi pada pukul 02.00 waktu setempat. Kemudian suaminya tidur. Sekitar pukul 03.00, Sarasu mengambil pisau dari dapur dan memotong kelamin  suaminya, kemudian pergi dari rumah sambil membawa potongan alat kelamin suaminya," kata petugas polis  bernama A. Krishnamoorthy.

Mendengar Jagadeesan mengerang kesakitan, para tetangga lantas berdatangan ke rumahnya. Dia lantas dikejarkan ke rumah sakit daerah setempat, dan dirujuk ke Sekolah Perubatan Negeri Vellore buat dibedah. Kondisinya kini mulai pulih.
Setelah ditahan, Sarasu disangka berkata kotor, penganiayaan berat, dan pengancaman
Sumber:Merdeka.com 

DAP sahkan adakan pemilihan semula, akan dakwa ROS

Malaysiakini 22/7/17
Setiausaha Agung DAP Lim Guan Eng mengumumkan parti itu akan mengadakan pemilihan baru untuk jawatankuasa eksekutif pusat (CEC) bagi mengelak parti itu digantung.

Ini ekoran kenyataan setiausaha penganjur kebangsaannya, Anthony Loke semalam yang berkata DAP bersedia mematuhi permintaan Pendaftar Pertubuhan (ROS) itu, "di bawah protes".
"BN menyerang kita dengan berkata bahawa kami takut adakan pemilihan semula.

"Tetapi kami akan adakan pemilihan semula. Kita yakin walaupun dengan senarai perwakilan 2012," China Press memetik Lim sebagai berkata di majlis makan malam pengumpulan dana malam tadi.
Menurut laporan itu, beliau berkata bahawa parti itu akan menyaman ROS berhubung tindakannya itu.

Ketika dihubungi kemudiannya, Loke mengulangi bahawa ROS mesti terlebih dahulu memutuskan butirannya sebelum parti itu mengadakan pemilihan semula.
"Kita perlu mendapatkan jawapan mereka. Mereka mesti meluluskan senarai nama perwakilan.
"Kami tidak boleh mengumumkan (tarikh) pemilihan semula kerana mereka telah menetapkan prasyarat mengenai pengesahan senarai tersebut.

"Sekarang bola di gelanggang ROS. Itulah sebabnya kita mahu mengadakan pertemuan dengan ROS untuk menjelaskan butiran tersebut, "katanya kepada Malaysiakini

Perkasa: Jangan iktiraf India Muslim demi sokongan politik

 | July 21, 2017
Ibrahim Ali berkata, kajian perlu dilakukan secara mendalam berdasarkan Perlembagaan Persekutuan serta mempertimbangkan kesannya.
Ibrahim-Ali-perkasaKUALA LUMPUR: Pertubuhan Pribumi Perkasa (Perkasa) meminta kerajaan tidak bertindak terburu-buru dalam mengiktiraf masyarakat India Muslim sebagai Bumiputera demi meraih sokongan politik menjelang pilihan raya umum ke-14.

Presidennya, Datuk Ibrahim Ali berkata, kajian perlu dilakukan secara mendalam berdasarkan Perlembagaan Persekutuan serta mempertimbangkan kesannya.
“Jangan gopoh…jangan kerana nak dapat sokongan politik waima apa sahaja, sebab dia ada implikasi.

“Ini India Muslim, macam mana dengan mualaf nanti, kalau mualaf minta taraf Bumiputera. Kecoh nanti. Nak layan India Muslim dari segi kemudahan boleh layan, tak semestinya dia kena iktiraf Bumiputera,” katanya pada Majlis Hari Raya Aidilfitri Perkasa hari ini.

Selasa lalu, Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak dilaporkan berkata, kerajaan akan mengkaji tuntutan Pertubuhan India Muslim Malaysia (Permim) untuk diwartakan sebagai Bumiputera.

Selain mewartakan India Muslim sebagai Bumiputera, Presiden Permim, Dhajudeen Shahul Hameed turut meminta kerajaan memperuntukkan tanah untuk pusat komuniti India Muslim di Kuala Lumpur atau Putrajaya serta melantik pegawai khas di Jabatan Perdana Menteri untuk menguruskan hak ehwal masyarakat itu.

Ibrahim yang juga bekas ahli Parlimen Pasir Mas berkata, berdasarkan peruntukan Perlembagaan Persekutuan, masyarakat India Muslim tidak boleh diiktiraf sebagai Bumiputera.
“Tak ada ruang nak bagi dari segi Perlembagaan dan saya harap India Muslim jangan salah faham kerana saya sebagai Islam, Islam adalah bersaudara.

“Kalau boleh saya nak sokong, tapi sokongan itu nanti berpandu kepada Perlembagaan. Jangan timbul masalah, nanti kaum lain minta,” katanya
FMT

Seorang OKU Tenggelam, Remaja Rakam Video dan Tertawa

21/7/17

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

FLORIDA - Seorang lelaki OKU  berusia 32 tahun tenggelam di danau saat sekelompok remaja yang berada di lokasi justru merakamnya sambil tertawa-tawa. Lelaki bernama James Dunn itu meninggal setelah teriakan minta tolongnya tidak dihiraukan.

Dalam rakaman video tersebut, para remaja yang berusia sekira 14 sampai 16 tahun terdengar tertawa sambil di belakang kamera saat ayah dua anak itu berteriak minta tolong sebelum tenggelam ke dalam danau. Salah satu dari mereka terdengar berteriak “Keluar dari air, kamu akan mati”, sementara yang lain mengejek Dunn.

Salah satu dari mereka kemudian bertanya kepada temannya apakah mereka takut melihat orang mati saat teriakan terdengar di belakang. Beberapa saat kemudian salah seorang berkata “dia baru saja mati”, sebelum yang lain tertawa. Mereka kemudian pergi tanpa melaporkan kejadian tersebut kepada polis . 

"Dunn mulai berjuang dan berteriak minta tolong dan mereka hanya tertawa. Mereka tidak memanggil polis . Mereka hanya tertawa sepanjang waktu," kata Jurucakap Polis  Cocoa, Yvonne Martinez sebagaimana dilansir dari Independent, Jumaat (21/7/2017). 

Dunn dilaporkan hilang oleh tunangannya dan seorang teman keluarga memberi tahu polis  setelah menemukan video yang diambil para remaja itu di internet. Para remaja itu kemudian diidentifikasi dan diinterogasi oleh polis , tetapi mereka tampaknya tidak akan dikenai tuduhan kerana tidak terlibat dalam kematian Dunn. 

Kantor Jaksa Wilayah Brevard County, Florida memublikasikan rakaman tersebut dan mengatakan meski insiden tersebut merupakan satu  tragedi, para remaja itu tidak melakukan pelanggaran hukum. Mereka dianggap tidak memiliki kewajiban untuk menolong lelaki    itu. 

Dalam pernyataan yang diumumkan di media lokal, Florida Today, Kejaksaan Negara Bagian menyatakan bahwa mereka sangat sedih dan terkejut baik dengan bagaimana Dunn kehilangan nyawa dan tindakan para saksi. 

"Meski insiden yang digambarkan dalam rakaman tersebut tidak memunculkan cukup bukti untuk mendukung penuntutan pidana berdasarkan undang-undang Florida, kami tidak dapat menemukan pembenaran moral atas perilaku orang-orang yang didengar dalam rakaman itu atau keputusan yang disengaja untuk tidak memberikan bantuan kepada Dunn," demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut

Friday, July 21, 2017

Ahli Politik Dari Kasta Rendah Terpilih Jadi Presiden India

21/07/2017
Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, bersama Ketua BJP, Amit Shah (kanan), mengucapkan selamat kepada Ram Nath Kovind (tengah), yang terpilih menjadi Presiden India ke-14, di New Delhi, Kamis.
Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, bersama Ketua BJP, Amit Shah (kanan), mengucapkan selamat kepada Ram Nath Kovind (tengah), yang terpilih menjadi Presiden India ke-14, di New Delhi, Khamis. (PTI via Hindustan Times)
 
NEW DELHI  – Politisi dari kasta rendah, Ram Nath Kovind (71), menang Pilihan Presiden India berkat dukungan Bharatiya Janata (BPJ) yang berkuasa, Khamis (20/7/2017).
Kovind berasal dari komuniti Dalit – hirarki kasta terendah di India selama berabad-abad. Ia mengalahkan Kumar Meira dari Parti Kongres, dari komuniti yang sama.

Menurut harian Hindustan Times, Jumaat (21/7/2017), Kovind meraih majoriti suara meyakinkan. Hasil penghitungan akhir, Kovind meraih 2.930 suara dan Kumar mendapat 1,844 suara.
Koalisi parti yang dipimpin BPJ, partai nasionalis Hindu, menjadi penentu kemenangan Kovind, yang menjadi representasi dalam memerkuat posisi pemerintah di tampuk kekuasaan.

Setelah kemenangannya, Kovind mengatakan inilah "momen yang emosional" bagi dirinya dan tugasnya ialah menjunjung tinggi hukum.
Menurut dia, UUD India menjamin hak-hak sedarjat kepada semua warga negaranya tanpa memandang keyakinan dan golongan, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Kumar, calon Kongres, mengatakan pencalonan dirinya bertujuan melawan ideologi yang Kovind wakili dan wanita itu telah meminta kepada para anggota parlimen untuk memberikan suara sesuai dengan hati nurani mereka.

UUD India memberikan peranan seremonial besar bagi presiden, dengan perdana menteri dan kabinetnya memegang kekuasaan eksekutif.
Presiden memiliki peranan kunci jika terjadi krisis-krisis politik, seperti ketika pemilu gagal menentukan pemenangnya.
Presiden juga menentukan parti mana yang berada di posisi terbaik untuk membentuk pemerintahan.

Pemilihan Kovind didukung kekuatan BPJ, parti Perdana Menteri (PM) Narendra Modi di parlimen federal dan di dewan-dewan negara bagian di mana para anggotanya ikut serta dalam pilihan raya presiden.

Naiknya Kovind ke jabatan publik tertinggi adalah yang pertama bagi seorang pemimpin dalam Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) atau Asosiasi Relawan Nasional, sebuah kelompok kebangkitan Hindu yang kuat. RSS merupakan mentor ideologi kelompok-kelompok Hindu.

Modi sendiri semula dianggap pengikut RSS di awal karirnya, yang telah lama mempropagandakan visi India dengan memprioritaskan mayoritas Hindu.
Kemenangan Kovind menyempurnakan serangkaian penunjukan tokoh di posisi tinggi oleh Modi, memperkuat cengkeraman hak Hindu atas jabatan-jabatan publik seperti gubernur, menteri besar dan kepala universitas.

Awal pekan ini, BJP mengangkat seorang anggota kabinet juga dengan dukungan nasionalis Hindu yang kuat sebagai calon wapres untuk mengikuti pemilihan yang akan diadakan pada Agustus.
Populasi Dalit India, menurut kantor berita Perancis, AFP, mencapai sekitar 200 juta dari total 1,3 miliar jiwa penduduknya.

BPJ memberikan banyak peluang kepada komunitas tersebut dan menyiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2019.
Para pengamat sebelumnya mengatakan, jika Kovind memenangkan Pilpres India, maka Modi akan semakin mengukuhkan kekuasaanya dan mendapatkan dukungan politik dengan mengirim pesan penting ke kelompok Dalit, yang dulu merupakan komunitas yang dikucilkan.
 Sumber:Kompas.com

Kes pegawai kanan JPJ dibawa kembali ke mahkamah majistret

1/27/17
Ketua Hakim Negara Md Raus Sharif mengarahkan kes trafik Timbalan Ketua Pengarah Operasi Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Datuk Yusoff Ayob diremit semula ke mahkamah majistret.

“Kes dibawa balik ke mahkamah majistret.

"Bagaimana kamu boleh mengaku bersalah menggunakan wakil,” katanya dalam majlis hari raya di Istana Kehakiman, Putrajaya hari ini.
Pendaftar Mahkamah Persekutuan Latifah Mohd Tahir ketika ditemui mengesahkan perkara itu.

Tarikh sebutan kes ditetapkan pada 25 Julai ini.
Yusoff pada 18 Julai lalu, melalui pegawai khasnya, mengaku bersalah memandu di laluan kecemasan dan dijatuhi hukuman denda RM600.
Peguam terkenal Syahredzan Johan mempersoalkan langkah timbalan pendakwa raya tidak memaklumkan jawatan Yusof, yang mungkin menyebabkannya dihukum lebih berat.

Syahredzan berkata, Yusof sebagai seorang pegawai JPJ berpangkat tinggi sepatutnya mempunyai kewajipan lebih tinggi mematuhi undang-undang.
Malaysiakini

Suaram gesa Razak Baginda tawar kerjasama kepada pendakwaan kes Scorpene

 | July 20, 2017
Suaram berkata ketua perunding urusjanji persenjataan itu mesti memberikan kerjasama penuh kepada pasukan pendakwaan dan membersihkan namanya.
Abdul-Razak-Baginda_suaram_kapal_600
PETALING JAYA: Bekas penganalisis politik yang dikaitkan dengan Perdana Menteri Datuk Najib Razak digesa menawarkan kerjasama kepada pasukan pendakwaan kes kapal selam Scorpene, susulan pendakwaan 2 bekas pegawai syarikat pertahanan Perancis baru-baru.

Agensi berita AFP semalam melaporkan bekas pengerusi DCN International, Philippe Japiot, dan ketua pegawai eksekutif Thales, Jean-Paul Perrier, kerana rasuah, salahguna aset sosial dan bersuhabat dengan penyalahgunaan aset sosial, dalam penjualan 2 kapal selam Scorpene bernilai AS$1.1 bilion kepada Malaysia pada 2002.

Siasatan dilancarkan pada 2012 susulan aduan daripada kumpulan hak asasi manusia, Suara Rakyat Malaysia (Suaram). Ia berkisar sekitar dakwaan syarikat pertahanan Perancis membayar komisen €114 juta (RM560 juta) kepada sebuah syarikat yang dikaitkan dengan penganalisis berkenaan, Abdul Razak Baginda.
Pembelian Scorpene berlaku ketika Najib menjadi menteri pertahanan.

“Abdul Razak Baginda, yang merupakan ketua perunding urusjanji persenjataan itu mesti memberikan kerjasama penuh kepada pasukan pendakwaan Perancis dan kepada Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia bagi menjelaskan peranannya dan membersihkan namanya.

“Ia bukan satu pilihan untuk berdiam diri dan berharap kes itu akan hilang,” kata Suaram dalam kenyataan hari ini.
Sebelum ini 2 pegawai syarikat pertahanan lain, bekas presiden Thales Asia Bernard Baiocco dan bekas presiden DCN International Dominique Castellan didakwa kerana memberi rasuah dan memindahkan sogokan.

“Dua lagi pendakwaan minggu ini mengesahkan kebimbangan mengenai rasuah membabitkan jutaan dolar dilakukan melalui pemerolehan urusjanji ini.”
Oleh itu, Suaram menggesa Peguam Negara Tan Sri Apandi Ali membuka semula siasatan yang dilancarkan SPRM pada 2012.

“Kami menggesa peguam negara membenarkan bantuan perundangan bersama (MLA) yang dipohon Perancis, bagi menghubungkan semua kaitan dan menyelesaikan kes ini,” kata Suaram.
Mereka juga menggesa Najib supaya berani menjelaskan transaksi termasuk dakwaan sogokan €114 juta dan penggunaan syarikat kosong di sesi Parlimen akan datang.

“Kami menggesa perdana menteri supaya berani membersihkan namanya daripada pelbagai dakwaan rasuah,” kata Suaram.
Akhir sekali, Suaram menggesa Parlimen supaya menubuhkan Suruhanjaya Siasatan Diraja ke atas rasuah pembelian persenjataan.
FMT sudah menghubungi Apandi dan masih menunggu reaksi beliau.