Thursday, July 14, 2011

MUMBAI DIBOM



Tiga letupan bom terjadi hampir bersamaan di kota Mumbai, India, Rabu malam waktu setempat, membunuh 21 orang dan melukai 141 lainnya. Bom tersebut diletakkan di tempat tersembunyi di tengah keramaian dan diledakkan pada jam-jam sibuk.

Ketua polis India, Arup Patnaik, dilapor dari laman Associated Press, 14 Julai 2011, mengatakan pengganas menggunakan peledak yang telah dirancang khas agar dapat diletakkan di tempat-tempat sulit.

Bom pertama yang meletup pukul 18.54, kata Patnaik, disembunyikan di sebuah payung di pasar perhiasan Jhaveri Bazaar. Bom kedua yang meletup seminit kemudian, disembunyikan di dalam kereta di daerah Opera House. Sementara bom ketiga, meletup lima minit kemudian, dipasang di meteran eletrik di halte bas di Dadar.

Akibat letupan ini, mayat-mayat bergelimpangan di tengah jalan, motor meledak dan terbakar, halte bas hancur. Letupan yang kuat bahkan membuat pintu-pintu toko terlempar. Mangsa yang cedera berteriak kesakitan minta tolong. "Orang-orang berteriak 'Tolong saya, tolong saya,'" kata seorang saksi.

Ini adalah serangan pengganas terbesar kedua di Mumbai setelah November 2008 lalu Mumbai diteror selama 60 jam oleh 10 militan. Mereka memusatkan serangan pada dua hotel mewah, pusat Yahudi dan stasyen kereta. Ledakan, serangan dan penyanderaan mewarnai insiden tersebut, sedikitnya 164 orang maut.

Belum ada pihak yang mengaku melakukan serangan. Namun dugaan kuat mengarah kepada militan Pakistan yang kerap menyerang India. Pengeboman ini terjadi selang sebulan setelah India melakukan diskusi perdamaian dengan Pakistan. (eh)
• VIVAnews

No comments:

Post a Comment