Monday, July 25, 2011

Wanita Cantik Pertama Menjadi Menteri Luar Pakistan


 Muda, cantik, cerdas. Ketiga kata itu sepertinya menggambarkan dengan tepat sosok Hina Rabbani Khar. Di usianya yang baru 34 tahun, dia dipercaya duduk sebagai Menteri Luar Negeri Pakistan. Khar pun tercatat sebagai perempuan
pertama sekaligus termuda yang menjawat sebagai Menteri luar dalam sejarah Pakistan.

Pada Selasa 19 Julai kelmarin, Khar mengangkat sumpah sebagai Menteri luar Pakistan yang baru. Dengan menjadi Menteri luar, Khar mengakhiri kekosongan jabatan selama lima bulan sebelum pembicaraan perdamaian krusial di India. Sebelumnya, pada 5 bulan terakhir, Khar menjawat menteri junior yang mengurusi luar negeri.

Setelah Shah Mehmood Qureshi diberhentikan sebagai Menlu dalam perombakan kabinet, Khar diminta menangani tugas-tugas Menteri luar sejak 13 Februari 2011. Dengan duduk di kabinet di usia 34 tahun, Khar memecahkan rekor orang termuda di kabinet yang semula dipegang oleh bekas Perdana Menteri Pakistan Zulfiqar Ali Bhutto. Bhutto menduduki kabinet pada usia 35 tahun.

Hina Rabani lahir pada 19 Januari 1977 di Multan, Punjab. Dia adalah anak perempuan ahli politik Malik Ghulam Noor Rabbani Khar dan keponakan dari Malik Ghulam Mustafa Khar. Ayahnyalah yang membimbingnya masuk ke dunia politik, dunia yang benar-benar berbeza dari latar belakang pendidikannya.

Hina seorang siswazah pentadbiran di Universiti Lahore, dan MBA di bidang perdagangan dan pariwisata Universiti Massachusetts. Nama Hina tercantum sebagai salah satu pemimpin muda di daftar World Economic Forum.

Namanya di dunia perniagaan pun moncer karena dia merupakan salah satu pemilik Polo Lounge, sebuah restoran kelas atasan yang popular di Lahore. Isteri dari ahli perniagaan Feroz Gulzar ini dikenal sebagai sosok yang rendah hati, profesional dan memahami benar pekerjaannya. Walaupun terkenal, tidak sulit menghubungi Hina. Itulah makanya, sisi positif lebih banyak dikenal dari sosoknya.

Hina pernah menjadi menteri junior urusan ekonomi di masa Presiden Pervez Musharraf. Pada pemilihan 2008 ia bergabung dengan Partai Rakyat Pakistan pimpinan Perdana Menteri Benazir Bhutto. Ketika itu, dia terpilih sebagai anggota parlimen. Tak lama, dia ditunjuk menjadi menteri muda kewangan, sebelum masuk ke Kementerian Luar Negeri.

Dia merasa, menjadi sebahagian dari ahli kabinet merupakan hal terbaik yang boleh dia dapatkan. Meskpun dirinya adalah seorang wanita muda, namun hal itu bukan halangan bagi dirinya untuk melakukan tugas di kabinet. Apalagi selama ini dia telah memiliki sejumlah pengalaman dengan tugas-tugas di kabinet.

Kendati pernah bersekolah di luar negeri, namu Hina sangat cinta tanah airnya. Hina menyatakan dirinya tidak dapat bersama dengan orang-orang yang tidak bangga menjadi orang Pakistan. Dia bahkan membenci orang-orang Pakistan yang mengubah namanya menjadi 'vilayati' atau nama asing. Hina berharap masyarakat Pakistan bangga dengan kebudayaan yang telah dimiliki dengan cara mempertahankan kebudayaannya itu sehingga tidak pudar dengan masuknya budaya asing.

Menurut Hina, Pakistan adalah tempat di mana semua orang merasa diterima. Kebebasan berekspresi merupakan salah satu hal yang unik di negeri ini.

Hina menganggap dirinya adalah orang yang beruntung. Wanita yang hobinya membaca dan travelling ini sangat bersyukur dengan kehidupan yang telah diberikan kepadanya. Dia bersyukur lahir sebagai orang Pakistan, bersyukur akan keluarga yang dimilikinya, bersyukur atas desanya, latar belakangnya dan semua hal yang telah Tuhan beri.
Sumber : kerinci

No comments:

Post a Comment