(Kiri) Winter setelah ekornya diamputasi, (Tengah) Ekor buatan untuk Winter, (Kanan) Winter dapat kembali hidup normal dengan ekor buatan/Dailymail
FLORIDA - Jika pertama kali melihat lumba-lumba ini berenang, mungkin kita semua akan menyangka lumba-lumba ini sama seperti lumba-lumba yang lainnya.
Namun, dia adalah Winter, lumba-lumba pertama di dunia yang hidup dengan perangkat buatan manusia.
Winter memiliki kisah hidup yang menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya. Bahkan, kisah dari Winter menginspirasi pembuat film di Hollywood.
Pada ketika baru berusia dua bulan, Winter telah kehilangan ibunya. Selain itu, dia juga harus menerima nasib kehilangan ekornya kerana terkena perangkap kepiting.
Keberadaan Winter pertama kali diketahui oleh Jim Savage lima tahun yang lalu. Ketika itu Jim sedang pergi memancing di pantai Florida. Demikian laporan dari Dailymail, pada (8/8/2011).
Ketika itu Jim mendengar suara tangisan Winter dan melihat dia tertekan suatu jebakan pada ekornya. Jim lantas membantu mencabut perangkap tersebut dari ekor Winter namun tidak berhasil.
Jim pun memanggil bantuan dari pihak pantai untuk menolong Winter yang keadaannya tampak parah.
Setelah tiga jam, perangkap tersebut akhirnya dapat dilepaskan dari badan Winter. Namun sayang, ekor Winter sudah dalam keadaan yang sangat parah sehingga diharuskan dibuang.
Setelah dipotong, keadaan Winter memprihatinkan. Dia kesukaran berenang kerana hanya mengandalkan sayap kiri dan kanannya.
Winter yang kini hidup di Clearwater Marine Aquarium, akhirnya kini dapat kembali berenang dengan lincah.
Seorang ahli pembuat anggota tubuh buatan bagi haiwan. Dia bernama Dan Strzempka.
Strzempka membuatkan ekor pengganti untuk Winter yang dibuat dari bahan silikon.
"Ekor buatan ini akan bekerja seperti sarung kaki. Ini akan mengikuti laju pertumbuhan badan Winter. Sehingga tidak akan menyakiti Winter yang akan terus tumbuh membesar dan memanjang," ujar Strzempka.
Sementara filem yang terinspirasi dari Winter akan rilis di England pada bulan Oktober akan datang datang dalam bentuk tiga dimensi (3D).okezone

No comments:
Post a Comment