Ratusan orang dengan balutan busana serba hitam kerap terlihat berkumpul di tanah lapang di England. Tampak seperti sekumpulan orang yang hendak menyaksikan festival rock, mereka ternyata komuniti 'vampire' yang bertemu untuk saling menghisap darah.
Mereka berkumpul setiap satu bulan sekali untuk minum darah langsung dari tubuh antaranggota. Gerakan bawah tanah penghisap darah ini telah mencapai 3,000 orang.
Insinyur Pyretta Blaze, 24, mengatakan, acara kumpul-kumpul vampire bulanan itu diawasi ketua vampire yang dikenali dengan sebutan sesepuh. "Dari kecil saya merasa harus minum darah dan mengekspresikan diri sebagai vampire," katanya seperti laporan The Sun.
"Saya berharap selalu boleh hadir dalam pertemuan tersebut, sehingga saya dapat menikmati segarnya darah sebagai cadangan untuk satu bulan ke depan,” katanya.
Para sesepuh yang mengenakan topeng biasanya menyembunyikan identiti mereka, juga memberikan pelajaran di mana dan bagaimana cara aman mengekstrak darah. "Para sesepuh mengajarkan kita bagaimana cara menghisap agar tidak meninggalkan parut luka.”
Baginya, boleh menikmati segarnya darah adalah pengalaman yang luar biasa. Ia bahkan merasa seperti benar-benar telah dilahirkan kembali dan merasa lebih bersemangat setelah menenggak darah.
Pyretta mengatakan bahawa orang-orang yang menghadiri pertemuan aneh tersebut telah melalui ujian psikologi oleh para sesepuh. Ini dilakukan untuk mengontrol kondisi kesihatan mental dari para anggota. "Hidup sebagai vampire adalah sebuah komitmen yang serius."
"Para Sesepuh perlu mengetahui bahawa orang yang datang ke pertemuan ini bukan hanya anak-anak yang terobsesi pada filem. Kami semua sangat serius menggeluti gaya hidup kami dan selalu melibatkan diri dalam ritual ini. Dan menjadi seorang vampire adalah komitmen seumur hidup.”
Menurutnya, banyak dari anggota vampire yang datang membawa teman yang telah berkomitmen bahawa mereka harus rela darahnya akan diminum. "Aku punya teman wanita dan saya menikmati darahnya dan dia pun senang memberikan darahnya,” katanya.
Menurutnya, darah yang dikonsumsi sangat aman, karena semua orang yang menghadiri ritual tersebut harus memiliki ujian infeksi seksual menular, termasuk hepatitis dan HIV. Setiap ritual juga selalu melibatkan jururawat atau doktor.
Sepanjang musim panas, para vampire selalu mengadakan pertemuan di tenda-tenda di lahan pertania. Di sana, ada tenda pembersihan untuk sterilisasi peralatan demi menjamin keselamatan pemakai. Peralatan yang dipakai antara lain pisau, silet dan gigi taring ceramik yang biasa digunakan untuk mengisap darah.
Sementara selama musim dingin, ritual ini biasanya dilakukan di rumah milik bangsawan. "Sejumlah bangsawan di England juga turut andil menjadi sebabagian dari kelompok ini."
Pyretta mengatakan, "Kami selalu menghisap darah terutama dari leher, dada, lengan bahu, atau kaki yang disedut menggunakan taring tajam untuk menghisap darah. Hal ini benar-benar membuat saya seperti vampire.”
VIVAnews

No comments:
Post a Comment