Sunday, October 30, 2011

Menjelang Ajal Ghadafi Tawarkan Wang dan Emas

"Dia kata punya wang dan emas untuk kami, jika kami membiarkan dia hidup."



Muammar Khadafi saat ditangkap tentara NTC (REUTERS/ Social Media Website via Reuters TV)
Mantan penguasa Libya, Muammar Ghadafi, mencuba menawarkan seluruh kekayaannya kepada para pejuang pemberontak menjelang kematiannya. Ia bersedia menyerahkan wang dan emas koleksinya untuk menebus nyawanya.

Kisah itu terungkap lewat penuturan Hammad Mufti, 28, salah satu komandan brigade militer di Sirte, kepada akhbar Italia Corriere Della Sera, seperti dikutip dari Sky News.

"Ketika dia ditarik dari gorong-gorong, lalu didorong-dorong ke jalan, dia bersedia menawarkan segalanya sebagai ganti nyawanya. Dia bilang punya wang dan emas untuk kami, jika kami membiarkan dia hidup," kata Ali.

Pernyataan itu muncul di tengah detik-detik kematian Ghadafi yang masih menjadi misteri. "Dia kehilangan banyak darah, dan tubuhnya tak boleh bertahan. Kondisinya sangat buruk. Dia mengalami banyak luka akibat pecahan peluru dan pukulan," ujarnya.

Ali menambahkan, setelah Ghadafi berbicara tentang wang dan emas untuk menebus nyawanya, seseorang berteriak meminta diam. "Sebagai seorang Muslim, dia harusnya berdoa untuk jiwanya, tapi nyatanya dia terus mengatakan siap memberi kami wang dan emas yang banyak."

Dalam beberapa pemberitaan media, Ghadafi dikhabarkan memiliki lebih US$200 miliar uang tunai dan emas yang disembunyikan di tempat rahsia. wangnya konon tersebar di beberapa rekening rahsia di berbagai negara. Ada pula yang menyebut Ghadafi memiliki 140 ton emas yang tersembunyi di almari besi di sebuah bank sentral di Tripoli.

Selain menawari para pejuang pemberontak kekayaan, Ghadafi juga terus memohon ampun agar tak dibunuh. "Jangan tembak, jangan tembak," kata Ghadafi kepada sejumlah pejuang pemberontak yang menodongkan pistol, seperti dilansir dari Telegraph.

Tak jelas bagaimana akhirnya Ghadafi menghembuskan nafas terakhir. Ada yang menyebut ditembak di bahagian perut dengan pistol 9 mm. Ada yang menyebut Ghadafi ditembak di bahagian kepala dan jantung. Ada pula yang menyebut tertembak dalam sebuah serangan saat arak-arakan berlangsung.

Pelaksana Perdana Menteri Libya, Mahmoud Jibril, mengatakan bahawa Ghadafi terkena tembakan di kepala saat terjadi baku tembak antara tentara NTC dan loyalis Khadafi.

"Khadafi ditemukan di sebuah gorong-gorong. Dia tak menunjukkan perlawanan. Ketika itu, dia sudah mengalami luka di bahagian lengan kanan dan kami membawanya dengan truk. Di perjalanan itulah terjadi baku tembak antara tentara kami dengan pasukan loyalis Khadafi," ujarnya. (umi)
Baca juga: Di Mana Kekayaan Khadafi Disimpan?
• VIVAnews

No comments:

Post a Comment