Monday, December 26, 2011

Demonstrasi Terbesar di Rusia

Isnin, 26 Desember 2011 
  okezone
Foto : Protes terbesar di Rusia (Daily Mail)
Foto : Protes terbesar di Rusia (Daily Mail)
MOSKOW - Kordinator demonstrasi di Rusia mengklaim, 120 ribu warga bergabung dalam aksi protes menentang Perdana Menteri Vladimir Putin, demonstrasi itu juga diklaim menjadi salah satu aksi protes terbesar di Rusia.

Demonstrasi yang muncul pada Sabtu minggu lalu diklaim menjadi aksi protes terbesar dalam sejarah Rusia, sejak runtuhnya Uni Soviet. Aksi protes itu dilakukan di saat suhu udara berada pada -15 derajat celcius di Kota Moskow.

"Kami melakukan aksi damai, namun pencuri dan penipu (Pemerintah Rusia) tetap mencuba untuk membohongi kami. Kami akan mengambil alih kekuasaan, itu adalah hak kami," ujar seorang aktivis Alexei Navalny, seperti dikutip Daily Mail, Senin (26/12/2011).

Kata "penipu" dan "pencuri" merupakan kata yang sering digunakan oleh para blogger atau aktivis di Rusia yang tidak menyukai Partai Persatuan Rusia. Para demonstran bahkan meminta agar pemilihan umum Parlimen Rusia diulang kembali.

Aksi protes itu bahkan dihadiri oleh beberapa orang tokoh penting di Rusia antara lain adalah mantan Menteri Kewangan Rusia Alexei Kudrin, dan mantan juara dunia olahraga catur, Garry Kasparov. Kudrin pun menyerukan para demonstran untuk menuntut haknya terhadap Pemerintah Rusia.

Demonstrasi itu juga didukung oleh mantan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev. Gorbachev juga mendesak Putin agar mundur dari jawatannya.

Berdasarkan perubahan undang-undang Rusia, Presiden Rusia akan dipilih dan bertugas dalam masa jabatan enam tahun untuk satu priode. Bila Putin memang memenangkan pemilihan Presiden Rusia 2012 dan terpilih lagi untuk priode kedua, tak menutup kemungkinan mantan pejabat intelijen Rusia itu akan berkuasa hingga 2024 di Negeri Beruang Merah.

Dukungan terhadap Putin juga diprediksikan menurun, banyak para simpatisannya yang mulai berubah haluan dan mengecam Putin.

"Ini bukanlah revolusi, namun atmosfer di Rusia sudah berubah. Saat ini, Putin sudah menjadi perhatian rakyat. Dia tidak lagi dianggap sebagai seorang yang suci," ujar seorang penulis Mikhail Zygar.(rhs)

No comments:

Post a Comment