Monday, December 12, 2011

Google Maps Menemui Pangkalan Uji Cuba Pesawat Pengintip Rahsia AS

Google telah dituduh mengkompromikan keselamatan nasional Amerika Syarikat  , dengan memungkinkan foto udara dari pangkalan militer rahsia negara tersebut untuk dilihat oleh masyarakat umum melalui Google Maps.
Raksasa mesin pencari tersebut dalam kecaman pemerintah AS, setelah pengguna web sekali lagi menemukan bahawa mereka dapat mencari pangkalan militer, dan kemudian memperbesar gambar untuk melihat landasan terbang dan kemungkinan pesawat pengintip rahsia AS.
Pangkalan Rahasia AS
Penemuan sebuah lapangan terbang yang tersembunyi di Danau Yucca di Nevada, yang digunakan untuk pengujian R-170, pesawat yang mirip dengan jatuh di Iran minggu lalu, telah menimbulkan kekhawatiran pemerintah.
“Iran akan sangat tertarik pada pangkalan operasi, kerana dapat memberitahu mereka bagaimana kita melakukan misi pengawasan.” tutur Cedric Leighton, pensiunan kolonel Angkatan Udara.

“Google membuat rahsia militer dan komuniti intelijen menjadi konsumsi publik, dan juga membuat sebuah dunia baru bagi badan intelijen, ” katanya kepada FoxNews.com yang dikutip Mail Online.
Situs Flight Global mengklaim telah menemukan tempat rahsia di danau Yukka, yang menunjukkan gambar satelit yang tampak seperti pesawat pengintip seperti Predator atau Reaper di landasan.
Pangkalan Rahasia AS
Gambar satelit yang diambil pada awal 2011 dan tersedia di Google Maps, menunjukkan landasan pacu dari aspal dengan panjang sekitar 5,200 kaki (sekitar 1,580 m) dan tampaknya sebuah pesawat pengintip MQ-1 Predator atau MQ-9 Reaper UAV berada pada landasan.
Lapangan udara ini memiliki empat hangar berbagai ukuran, termasuk hanggar dengan pintu clamshell yang merupakan karakteristik dari operasi AS UAV. Dimana rincian lapangan terbang, termasuk tempat parkir, perimeter keamanan jelas terlihat.

Detail ini akan menjadi kemudahan bagi kekuatan asing untuk mencari citra satelit guna menyelidiki pesawat pengintip rahsia AS.
Website ini juga menambahkan bahawa gambar yang diambil sebelumnya menunjukkan apa yang muncul menjadi Pilatus PC-12 dan Beechcraft King Air diparkir di landasan, yang memicu spekulasi itu digunakan oleh perusahaan pertahanan Lockheed Martin.

Leighton menambahkan bahawa ia percaya Google memiliki hak untuk menampilkan gambar-gambar itu untuk publik, tetapi mereka seharusnya memutuskan untuk tidak melakukannya kerana ini bahagian dari operasi militer.

Dia menambahkan bahawa militer AS sebelumnya telah memblokir karyawan Google mengambil gambar di pangkalan mereka untuk Google Earth, yang memerlukan fotografi lebih dekat.
Dr John Michener, ketua ilmuwan di perusahaan keamanan Casaba, mengatakan bahawa Google harus diperbolehkan untuk menunjukkan citra pesawat pengintip kerana hukum nasional tidak berlaku di atas atmosfer.
“Mereka harus terbiasa dengan hal ini. Ketika satelit berada diatas kepala, anda dapat mengambil tindakan untuk menyembunyikan barang-barang yang dapat dipindahkan.” tutur Michener.
Manado Today

No comments:

Post a Comment