Saturday, December 17, 2011

Huang si 'Wanita Kertas', Kulitnya boleh Ditulis Huruf Seperti Kertas

 


Menulis di kulit tubuh dengan ballpen itu perkara biasa. Tapi seorang perempuan yang mengidap penyakit kulit langka kerana mencoret-coret kulitnya dengan kuku untuk membuat   tulisan.

Anda mungkin tidak percaya bila kulit tubuh boleh dijadikan sebagai media untuk menulis? Tapi kejadian tersebut benar-benar dialami seorang nenek yang boleh menulis di tubuhnya sendiri dengan menggunakan kuku.

Kes nenek bernama Huang Xiangji pertama kali tersebar pada tahun 2008. Seperti dilansir ChinaDaily, nenek Huang sudah mengalami kelainan kulit langka ini sejak kecil.

Oleh pasukan medis nenek Huang diidentifikasikan menderita sindrom artificial urticaria yang merupakan kelainan kulit langka.

Apapun yang dicoret di kulitnya dapat membekas termasuk kata-kata yang ditulisnya dengan lembut menggunakan kuku, sehingga dia digelar ‘buku berjalan’. Tubuh nenek yang kini berusia 52 tahun ini dipenuhi dengan puisi dan catatan.

“Kondisi ini sangat berguna kerana saya boleh menggunakan tangan saya untuk menuliskan daftar belanjaan,” jelas Huang, nenek yang digelar ‘wanita kertas’, seperti dilansir Chinadaily.

Seorang spesialis kulit di Chinese Medical Association mengaku terkejut melihat kondisi ini. Ia mengatakan bahawa nenek ini tidak mengalami efek yang buruk meskipun kondisi yang dialaminya sangat aneh.

“Saya mencuba menulis di kulitnya menggunakan jari, huruf-huruf itu kemudian menonjol dari kulitnya beberapa saat kemudian,” ujar Sandra Hsu, spesialis kulit dari Chinese Medical Association.

Hsu mengatakan nenek Xiangji mengaku bahawa dia telah menggunakan tubuhnya sendiri sebagai buku selama bertahun-tahun. “Nenek itu bahkan tidak memerlukan pena dan kertas untuk menulis,” ungkap Hsu.

Menurutnya, gangguan kulit urticaria memang sering terjadi, tetapi kondisi yang memungkinkan penderitanya dapat menulis di kulit sendiri sangatlah jarang.

“Kondisi ini pada dasarnya adalah alergi, tetapi kondisi kulit yang menjadi begitu sensitif hingga dapat dijadikan buku berjalan sangatlah tidak biasa,” tambah Hsu.

Hingga kini, belum ada data yang jelas yang menunjukkan jumlah pesakit yang menderita kelainan kulit artificial urticaria. 
ALBENIZ IBENZ

No comments:

Post a Comment