Kulit bekas cakaran kucing membuat bakteria streptokokus masuk dan menuju ke aliran darahnya.
Jon Taylor (Daily Mail)
Jon mengatakan insiden bermula ketika keluarganya berkunjung ke rumah sang mertua. Kucing mertuanya melompat dari atas oven dan hinggap di kakinya. Sebelum beranjak, si kucing menggores kakinya dengan dua cakaran sepanjang enam sentimeter. "Aku segera membersihkan dan menutupnya . Aku berfikir semuanya akan baik setelah itu," katanya.
Ternyata, enam hari kemudian , Jon mengalami flu, merasa tak sihat dan sangat lemas. Malam berikutnya, ia terbangun oleh rasa sakit berdenyut di jari manis kirinya yang berubah bengkak dan berubah warna menjadi ungu. Tanda ini merupakan gejala khas keracunan darah (Septikemia). Dia bahkan mulai kehilangan kesedaran dan penglihatannya.
Dia segera dikejarkan ke rumah sakit dan doktor menemukan penyebab semua rasa sakitnya. Ujian menunjukkan jantung, paru-paru, hati dan ginjal menunjukkan gejala gagal. bahkan jantungnya sempat berhenti berdetak selama beberapa detik sebelum kembali berdenyut.
Kulit bekas cakaran kucing membuat bakteria streptokokus masuk dan menuju aliran darahnya. Pertumbuhan bakteria yang semakin banyak akhirnya bersarang di salah satu katup aorta di jantung yang mengontrol aliran darah di seluruh tubuh.
Doktor mengatakan, Jon hanya memiliki waktu selama 48 jam untuk menyelamatkan nyawanya. "Doktor menyatakan saya akan meninggal jika tak operasi dalam 48 jam, kerana satu katup aorta saya rusak dan harus diganti," katanya seperti dikutip Daily Mail.
Jon yang telah didiagnosis mengidap jantung murmur di usia 30 tahun memerlukan waktu 11 minggu untuk pulih dan bekerja seperti normal.
Dr Suranjith Seneviratne, pakar imunologi di Royal Free Hospital, London mengatakan agar jangan mengabaikan cakaran hewan sekecil apapun. Gejala infeksi awal akan terlihat dengan bekas luka yang memerah. Selanjutnya, kelenjar getah bening akan mulai membengkak dekat luka setelah beberapa hari.
Ini akan diikuti dengan demam, kelelahan, sakit kepala dan dalam beberapa kes, kehilangan nafsu makan, pembesaran limpa dan sakit tenggorokan.
"Awalnya, terlihat seperti luka telah sembuh, tetapi bakteria boleh menginfeksi organ lain. Masa inkubasinya biasanya memerlukan waktu beberapa hari agar bakteria berkembang biak."
Orang dengan sistem kekebalan rendah seperti, bayi tua atau seseorang dengan penyakit kanser atau diabetes paling berisiko mengalami keracunan darah. Ubat-ubat tertentu dapat menekan sistem kekebalan tubuh, termasuk kemoterapi dan steroid. "Namun pada orang yang sihat, sistem kekebalan tubuh mereka akan membunuh bakteria," katanya.
VIVAnews
No comments:
Post a Comment