Sunday, December 11, 2011

Salute, Lelaki 100 tahun Kembali ke Meja Kuliah

11 Desember 2011  

Seorang lelaki manula India berusia 100 tahun kembali ke bangku kuliah dan ingin membuktikan bahawa manusia tidak pernah terlalu tua untuk belajar.



Bholaram Das merayakan ulang tahun ke-100 minggu lalu, dan untuk memperingati usianya itu dia mendaftarkan diri di program doktor di negara bahagian Assam di kawasan timur laut India.

"Kalau anak saya boleh mendapat gelar doktor pada usia 55 tahun, kenapa saya tidak boleh di usia 100 tahun?" kata Das, yang diperkirakan menjadi mahasiswa tertua India.

Das pernah mendekam di penjara kerana menentang kekuasaan penjajah Inggeris tahun 1930 dan kemudian bekerja sebagai guru, peguam dan hakim di Assam sebelum akhirnya bersara di tahun 1971.

Bholaram Das berusia 19 tahun ketika dia dijmasukkan   ke penjara kerana menentang pemerintah kolonial Inggeris. Dia dihukum kerja paksa selama dua bulan dan setelah dibebaskan dia melanjutkan kuliah jurusan bisnes dan undang-undang. Setelah itu Das bergabung dengan parti Kongres India.

Dia mengatakan kepada BBC dia gembira boleh kembali belajar. "Saya sudah ingin melakukannya sejak saya menyelesaikan studi S2 saya jurusan bisnes dari Universiti Kalkuta di akhir tahun 1930-an, tetapi pada ketika itu saya tidak boleh melanjutkan."

"Saya menjadi aktif terlibat dalam politik, masuk penjara, kemudian saya harus bekerja."

Program doktor yang dia ambil akan mengharuskan Das melakukan banyak studi lapangan, wawancara dan menulis tesis.

Tetapi datuk berusia 100 tahun itu tidak gentar terhadap tentangan tersebut, dan ambisinya tidak pernah hilang selama ini. Dia mengaku tidak sabar menambahkan gelar "DR" di depan namanya.

Keluarganya mengatakan awalnya ketika Das mendaftar ke Universiti Guwahati untuk masuk dalam program doktor selama dua tahun, universiti tersebut menerimanya dengan dingin.

"Universiti tidak mau menyetujui rangkuman rencana tesis yang dia ajukan. Tetapi dia mempertahankan topik itu dalam debat dengan para dosen. Mereka kemudian mengubah keputusan mereka dan menerimanya," kata putera Das, BK Das.

"Sekarang setelah dia mulai mengumpulkan bahan penelitian, saya, adik-adik saya dan anggota keluarga yang lain bertanggung jawab membantunya," ujar BK Das.

Untuk program S3 Bholaram Das berencana mempelajari subjek yang dekat dengannya, penyebaran neo-Vaishnavisme, aliran liberal agama Hindu yang dianggap berhasil menghancurkan perpecahan sosial di Assam.

"Kami akan bergiliran mengantar ayah ke berbagai biara Vaishnavite dan ke tempat-tempat studi lapangan lainnya. Ini merupakan bagian penting dari penelitian ayah," kata BK Das.

Cucu Bholaram Das, Abhinab, seorang ahli komputer muda, mengaku terkejut atas berita datuknya kembali ke bangku kuliah.

"Waktu saya pertama kali mendengar rencana itu, saya tidak menganggap serius, kerana menurut saya tidak mungkin."

"Saya bahkan tidak berusaha mencari tahu tentang rencana itu. Namun waktu ayah saya menelepon dan menceritakan bahawa daatuk sudah mendaftar masuk program S3, saya waktu itu tidak percaya," kata Abhinab 

wajibbaca.com

No comments:

Post a Comment