Thursday, January 12, 2012

Beredar Video Marine AS Kencing ke atas Jenazah Tentera Taliban

 Khamis, 12 Januari 2012 

Beredar Video Marinir AS Kencing di Jasad Jenazah Milisi
stuff.co.nz
Cuplikan gambar video sniper marine AS mengencingi jasad jenazah milis Taliban di Afganistan


TRIBUNNEWS.COM - Sebuah rakaman video yang memperlihatkan empat orang tentera marine Amerika Syarikat, yang tengah kencing keatas jenazah tentera Taliban yang maut di Afghanistan, beredar di internet.

Video berdurasi 39 detik tersebut, dipublikasikan oleh situs TMZ and YouTube, Rabu (11/1/2012). Video itu menunjukkan empat lelaki berpakaian tentera AS lengkap dengan senjata laras panjang, mengencingi tiga jenazah yang dipercayai milisi Taliban, yang tergeletak di bawah kaki mereka.

Dalam berita yang dilansir CNN, salah satu terduga tentara AS itu kemudian membuka percakapan, "Semoga hari ini menyenangkan, sahabat." Pernyataan itu ditimpali oleh rakannya yang lain, "Kau sudah merakamnya?" dan suara lain menjawab, "Ya. lelucon lainnya, seperti air pancuran."

Seorang perwira senior Korps Marine AS yang telah memeriksa video tersebut mengatakan, dari perlengkapan yang dikenakan oleh keempat lelaki dalam video tersebut merupakan perlengkapan kesatuan sniper Korps Marine
Perlengkapan yang spesifik hanya dimiliki oleh kesatuan tersebut dapat dilihat dari, senjata laras panjang kaliber 30 yang mereka bawa, dan helm yang mereka kenakan. Menurutnya helm yang dikenakan ke empat lelaki dalam video tersebut dirancang dengan bahagian depan lebih pendek, sehingga dapat menempatkan teropong senapan dekat dengan wajah mereka.
Foto yang memperlihatkan empat anggota marine tengah melakukan tindakan hina ke atas mayat anggota Taliban [telegraph]
  
Penulis: Samuel Febrianto  
Akses Tribunnews.com

2 comments:

  1. semakin maju negara mereka semakin hina kelakuan mereka....Ya Allah berilah balasan yg sewajarnya kepada mereka yg dihina dan menghina..amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini perkara kecil bagi mereka. Kes yg lebih besar spt perkosaan, penderaan kerap berlaku di Irak dan Afghanistan. Memang zalim

      Delete