Bagi ilmuwan kepercayaan dan sejarah, penemuan ini adalah harta karun yang tidak ternilai harganya. Koleksi kuno ini terdiri dari 70 buku kecil, halaman depannya diikat dengan dawai, dan dapat mengungkap rahsia permulaan Kristian.
Para akademik membagi ihwal keasliannya tetapi jika benar, penemuan tersebut dapat berbukti sebagai poros seperti penemuan Gulungan laut Mati 1947.
Pada halaman-halaman yang tak lebih besar dari kad kredit itu, ada gambar, simbol, dan kata-kata yang tampak mengacu ke Messiah, bahkan mungkin, Penyabiban dan Kebangkitan
Beberapa buku direkat, menggugah para akademik berspekulas bahawa buku tersebut benar-benar koleksi naskah kuno yang hilang seperti disebut dalam Kitab Injil (Bible’s Book Of Revelation).
Buku-buku itu ditemukan lima tahun lalu di sebuah gua terpencil di Jordan tempat para pengungsi Kristian melarikan diri setelah kejatuhan Jerusalem pada tahun 70 Masehi. Dokumen penting dari periode yang sama telah ditemukan juga di daerah tersebut.Uji metalurgi awal menunjukkan bahawa beberapa buku bertarikh abad pertama Masehi. Perkiraan ini didasarkan pada bentuk korosi yang terjadi, para pakar percaya tidak mungkin itu buatan.
Jika tarikh tersebut benar, buku-buku itu akan jadi dokumen Kristian paling awal yang mendahului tulisan Santo Paulus. Prospek bahawa buku-buku tersebut berisi risalah kontemporer tahun tahun terakhir kehidupan Yesus telah menggairahkan para ilmuwan walaupun hasrat besar mereka teredupkan oleh fakta yang para para ahli pernah dibodohi oleh penipu yang canggih.
David Elkington, seorang ilmuwan Inggeris, spesialis sejarah agama dan arkeologi, dan salah seorang orang yang telah mempelajari buku-buku tersebut, menyatakan bahawa naskah kuno tersebut dapat menjadi ‘penemuan utama tentang sejarah Kristian’. “ada fikiran yang mendebarkan hati bahawa kita sedang memegang benda –benda ini seperti yang telah dipegang para santo awal Gereja,” katanya seperti dikutip Dapunta.com dari DailyMail, Rabu (30/03/2011).Tetapi misteri antara halaman kunonya bukanlah semata-mata teka-teki buku itu. Sekarang, tempat keberadanya juga sesuatu yang misteri. Setelah penemuan buku-buku tersebut oleh seorang Badui Jordan , timbunan berikutnya diperoleh oleh Badui Israel, yang dikatakan secara haram menyelundupkan naskah-naskah kuno melintasi batas ke Israel, tempat mereka tinggal.
Pemerintah Jordan sekarang bekerja keras untuk mengembalikan dan menjaga koleksi. Philip Davies, profesor Emiritus kajian kajian injil di Universiti Sheffield, menyatakan ada bukti kuat bahawa kitab-kitab mempunyai aslinya dalam cetakan pelat ke peta gambar kota suci Jerusalem.
“Ketika saya melihat, saya terkejut,” katanya. “Itu mengagetkan saya dengan begitu jelasnya gambar Kristian. Ada salib di latar depan, dan disebelahnya ada makam (Yesus), bangunan kecil sebagai pembuka, dan dibaliknya lagi ada dinding kota.
“Ada dinding-dinding yang dilukiskan pada halaman lain dari buku ini juga dan mereka hampir benar-benar mengacu ke Yerussalem. Ada salib Kristian yang terjadi di luar dinding kota.”Tetapi lelaki yang memegang buku menyangkal tuduhan dan mengklaim buku-buku tersebut ada dalam keluarga selama 100 tahun.
Dr margaret Barker, mantan presiden Masyarakat Kajian Perjanjian Lama, menyatakan : “Buku Wahyu menyatakan buku yang terekat tersebut hanya dapat dibuka oleh Messiah.
“Teks-teks lain dari periode tersebut mengungkapkan buku-buku kebijaksanaan yang disegel dari sebuah tradisi rahsia yang dilalui Yesus kepada murid-muridnya. Inilah konteks untuk penemuan ini.”
Profesor Davies mengungkapkan : “Kemungkinan muasal Yahudi-Kristian benar-benar disujuhkan oleh gambaran itu, jika begitu, naskah-naskah ini kemungkinan besar memberikan cahaya dramatik untuk pemahaman kita yang sangat berarti walaupiun pemahaman kecil periode sejarah.”
Elkington, yang memimpin usaha Inggeris mengembalikan buku-buku tersebut ke Yordan , menyatakan, “Penemuan ini penting dilihat dari koleksi yang ditemukan secara lengkap dan diselamatkan dalam lingkungan yang paling memungkinkan, baik keuntungan pemiliknya maupun masyarakat internasional yang tertarik.
No comments:
Post a Comment