Sunday, April 22, 2012

Tahanan Perempuan Diperkosa Sebelum Dilepas





Lembaga Advokasi  Hak Asasi Manusia (HAM) dan Korban Tindak Kekerasan Masyarakat (Lakmas) Timor Tengah Utara (TTU), mengungkap laporan perbuatan tidak senonoh terhadap seorang tahanan perempuan, yang pelakunya diperacayai anggota polis.

Direktur Lakmas, Viktor Manbait, menurutkan, tersangka NM (17) ditahan di Polsek TTU, Nusa Tenggara Timur, Isnin (12/3/2012), dengan tuduhan mencuri wang majikannya sebanyak Rp 50.000. Majikan NM adalah calo tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berdomisili di Kupang. NM kabur dari rumah majikannya dan kembali ke Kefamenanu, kerana menolak menjadi TKI.

Sesuai hasil testimoni, Lakmas menyebutkan, NM dikeluarkan dari tahanan oleh polis  berpangkat bripda yang bertugas piket malam pada Sabtu (17/3/2012) pukul 01.20 Wita. Namun sebelum dilepas dan dihantar sampai ke jalan utama, polis  tersebut menyetubuhi MN terlebih dahulu.

NM menunggu di tepi jalan hingga pukul 05.30, kemudian melarikan diri ke Kilometer 7, arah Atambua, dengan pengangkutan umum. Di sana, NM bertemu seorang plelaki, berusia 40-an tahun. Lelaki itu meminta NM tinggal di rumahnya selama tiga hari sebelum NM ditangkap kembali oleh polis , Isnin (19/3/2012). " Lelaki itu juga mengajak NM melakukan hubungan seks, tiga kali dengan imbalan wang Rp 20.000," kata Manbait.

Manbait menyebut perlakuan yang dialami NM sebagai skenario buruk yang sangat disesalkan. "Ini kejahatan kemanusiaan. Seharusnya, NM ada dalam perlindungan hukum. Kerana NM takut sebagai tersangka, tentu dia harus kembali menjalani proses hukum, bukan di tangan kami. Tetapi kami minta NM tidak ditahan di Polres, tetapi di rumah tahanan perempuan sehingga keselamatannya lebih terjamin," kata Manbait.Kepala Polres TTU Ajun Komisaris Besar I Gede Mega Suparwitha mengatakan, kes itu masih dalam proses penyidikan polis . "Tahanan itu sudah kami titipkan di rumah tahanan setelah ditangkap. Semua laporan NM sedang dalam proses penyidikan. Semua pihak diminta bersabar, jangan terburu-buru," kata Suparwitha.
sumber

No comments:

Post a Comment