Tribunnews.com - Selasa, 25 Desember 2012
Sebahagian kalangan di Israel mempertanyakan klaim bahawa Bnei Menashe adalah Yahudi.
Seramai 50 anggota komuniti di India yang dikatakan
sebagai keturunan salah satu suku Israel yang hilang, terbang ke Tel
Aviv untuk menetap di negara Yahudi itu.
Mereka adalah rombongan pertama dari 7,200 angggota
komuniti Bnei Menashe yang diizinkan menetap di Israel dari daerah di
India timur laut.
Pihak berwenang India mengatakan mereka adalah keturunan
10 suku yang tinggal di Kerajaan Israel dan yang terpencar-pencar,
menurut Kitab, setelah invasi Assyria pada 721 sebelum Masehi.
"Setelah ribuan tahun berada di pengasingan, kami akhirnya pulang," kata Nachshon Gangte, 47, seperti dikutip kantor berita AFP.
Nachshon Gangte ingin bergabung bersama kakak perempuannya yang belum pernah ia temui selama 12 tahun terakhir.
Pada 2005, seorang pemimpin rabbi mengakui Bnei Menashe sebagai salah satu 10 suku Israel yang hilang.
Sekitar 1,7000 anggota Bnei Menashe bermigrasi ke Israel sebelum pemerintah negara itu mencabut visa dua tahun kemudian.
Sebahagian kalangan di Israel mempertanyakan klaim bahawa
Bnei Menashe berdarah Yahudi dan mengatakan anggota komuniti tersebut
hanya menggunakan klaim itu untuk melarikan diri dari kemiskinan di
India.
Kitab menyebutkan 10 suku yang hilang terpencar-pencar
setelah Kekaisaran Assyria menyerbu Kerajaan Israel pada abad ke-8
sebelum Masehi.
Sumber: BBC Indonesia
No comments:
Post a Comment