Tuesday, January 8, 2013

Air Kencing Lembu di Jadikan Bahan Minuman



Pernahkah anda meminum urine lembu? Mungkin pertanyaan ini akan membuat kita mual. Membayangkannya saja sudah jijik, apalagi meminumnya. Namun, di India minuman ini benar-benar ada, benar-benar berbahan urine lembu meski tidak pesing.

Adalah Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), salah satu kelompok budaya Hindu terkemuka di India, yang mencuba mengembangkan penemuan tersebut. Mereka melakukan riseach di Haridwar, kota suci yang terletak di kawasan Sungai Gangga.

Hasilnya, sebuah minuman kesihatan alternatif yang berasa seperti minuman ringan. Diharapkan temuan minuman ini boleh menyaingi dua merek cola yang sudah terkenal , Coke dan Pepsi. Mereka memberinya nama Gau Jal alias Air Lembu.

Selama ini masyarakat Hindu India memuja lembu dan mengeramatkannya. Lembu tidak boleh disembelih atau dimakan dagingnya. Namun, produk turunan yang terbuat dari susu lembu boleh diolah menjadi beragam produk. Tak terkecuali urine dan kotoran lembu.

Masyarakat setempat bahkan telah memakan keduanya selama bertahun-tahun. Mereka memang tidak meminum atau memakannya bulat-bulat. Namun, mencampurkannya dalam minuman, dengan tujuan menambah kesihatan mereka.

Di beberapa negara bahagian India, kotoran dan urine sapi dijual di toko-toko setempat, bersaing dengan produk susu dan yogurt. Sebuah perusahaan makanan kesihatan India mencampurkannya ke dalam bubur, pasta gigi, dan minuman tonik.

Kedua bahan ini diyakini boleh menyembuhkan beberapa penyakit, seperti liver, diabetes, dan kanser. Urine lembu ditengarai memiliki bahan-bahan desinfektan, sementara najis lembu di beberapa desa dipergunakan sebagai pembersih dan antiseptik lantai.

Kini, RSS yang menyulap urine menjadi minuman ringan berharap produk mereka boleh diterima luas di masyarakat.

"Kami mendefinisikan gau ark (urin lembu) menjadi gau jal (air lembu) yang memiliki bahan potensial untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Kami mengembangkan sebuah formula minuman ringan dengan gau jal sebagai bahan dasarnya. Saat ini formula tersebut tengah dikirim ke laboratorium di Luknow untuk dicoba," kata Om Prakash, Direktur Cow Protection Department RSS.

Timnya kini sedang memfokuskan diri dalam hal pengepakan dan pendistribusiannya. Mereka juga sibuk mencari cara penyajian yang tepat saat mengonsumsi gau jal, terutama selama musim panas. Dikhawatirkan karena suhu yang tinggi menyebabkan minuman tersebut menjadi bau.

"Ini menjadi penemuan revolusioner. Selama bertahun-tahun urin sapi memiliki potensi medis yang tinggi. Penemuan-penemuan terus berkembang hingga akhirnya penemuan menjadi minuman dingin. Ini akan membuktikan betapa tinggi kedudukan sapi di budaya India," ujar Prakash.
 
 otakberita.

No comments:

Post a Comment