BONE -
Seorang suri rumah mengalami luka lebam dibeberapa bahagian
tubuhnya akibat dipukul suaminya sendiri, Jumaat (11/1/13) dini hari.
Wanita
ini jadi mangsa pemukulan suaminya yang dalam pengaruh minuman keras di Kelurahan Watang Palakka, Kecamatan Tanete Riattang
Barat, Kabupaten Bone.
Wanita bernisial JM (32) ini merupakan
isteri ke tiga dari Ambo Tang (39). Saat itu, pelaku datang ke lokasi
kejadian guna menjemput mangsa. Pasangan ini belum memiliki keturunan
sehingga mereka jarang ketemu. Mangsa bekerja di Makassar sedangkan
pelaku merupakan pemandu kereta angkutan antar kabupaten.
Pelaku
kerap menggunakan penghasilan isterinya untuk membayar hutang. Setiap
bertemu, sang suami meminta wang guna melunasi hutangnya. Mangsa pun
mulai bosan dengan sikap suaminya itu hingga keduanya bertengkar. Saat
itulah pelaku menarik tangan mangsa dan memukulnya hingga menjadi
tontonan warga yang hendak ke masjid untuk melaksanakan solat subuh.
"Ia
juga merobek daster dan baju dalam saya. Saya pun telanjang bulat di
hadapan warga. Untung saya bawa sarung. Saya langsung lari meninggalkan
suami saya," jelas mangsa kepada polis yang tiba di lokasi.
JM
juga menjelaskan, suaminya itu juga kerap mengarahkan penagih hutangnya
ke alamat kontrakan mangsa di Perumahan Carawali, Kelurahan Bulu Tempe,
Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone.
Banyaknya hutang suaminya yang tak diketahuinya tak boleh dibendungnya, hingga mempertanyakan langsung hutang piutang tersebut.
Korban tidak menyangka pilihan kahwin lari dengan AT enam tahun
lalu baru disesalinya setelah AT menampakkan wajah aslinya yang kerap berutang tanpa sepengetahuannya. Status menikah siri pun membuat JM kebingungan untuk menceraikan suaminya.
lalu baru disesalinya setelah AT menampakkan wajah aslinya yang kerap berutang tanpa sepengetahuannya. Status menikah siri pun membuat JM kebingungan untuk menceraikan suaminya.
Pihak Polis Sektor
Tanete Riattang yang tiba di lokasi kejadian, langsung meminta
keterangan mangsa dan pelaku. Pelaku terus menolak ajakan polis dengan
meronta hingga dapat melarikan diri dari lokasi.
Menurut Ketua
Unit Sentra Pelayanan Polis (KSPK) Polsekta Tanete Riattang, Aiptu
Adenan, pihaknya masih menangani kes tersebut. Ia menjelaskan, pelaku
berstatus buruan ksesrana melarikan diri dan melawan saat akan dibawa ke
balai polis .
"Sementara kita masih menyelidiki kes KDRT yang dialami korban," kata Adenan.TRIBUNNEWS.COM
No comments:
Post a Comment