Meski hidup dengan keadaan tubuh yang tidak sempurna, sang suami tidak mempunyai tangan dan sang isteri tidak memiliki kaki. Dalam kesehariannya mereka selalu terlihat bahagia seperti layaknya pasangan muda yang baru berpacaran. Saling membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari, sudah terbiasa mereka lakukan.
Untuk urusan nafkah pun mereka tidak mengharapkan bantuan dan uluran tangan dari orang lain. Sang suami bekerja sebagai Penterjemah Bahasa Asing dan sang isteri mencari wang sampingan dari order jahitan tetangganya. Dan dari hasil kerja mereka, pasangan ini menabung hingga mampu membeli rumah sendiri.
Dashyatnya kisah cinta kedua pasangan suami isteri Cacat ini,
semoga boleh menjadi motivasi bagi kita untuk lebih mencintai dan menerima kekurangan pasangan hidup kita. Terkadang kita seringkali
merasa kurang sempurnaan pada pasangan kita, tanpa kita intropeksi
terlebih dahulu pada diri sendiri.
Kebahagiaan itu ada untuk mereka yangm enangis, mereka yang tersakiti, mereka yang mencari dan mencuba. Kerana
merekalah yang boleh menghargai betapa pentingnya ertik Kehidupan.
anehdankonyol








No comments:
Post a Comment