
(Ponorogo,
Jawa Timur):
Berdasarkan hasil postmortem et repertum RSUD dr Hardjono
Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Suprihatin (23 tahun), warga dusun
Banaran, desa Tegalombo, kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo,
mengalami 30 luka tusukan ditubuhnya. Dengan begitu, indikasi korban
dibunuh, kian kuat.
Jasad korban digali oleh polisi Selasa 12 Pebruari 2013 kemarin, di dalam kamar tidur almarhum kekasihnya, Krisnanda Mega Pratama (26 tahun), mahasiswa Tehnik Informatika Universitas Muhamadyah Ponorogo, Jawa Timur di desa Karanggebang, kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.
"Hasil otopsi, petugas merinci, korban mengalami enam tusukan di kepala, 18 tusukan di bagian punggung, tiga tusukan di leher kiri dan tiga tusukan lagi di leher bagian kanan. Cukup banyak luka tusukan ditubuh korban dan tulang tengkoraknya pecah akibat hantaman benda keras", terang salah seorang petugas forensik yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan, Rabu (13/2/2013).
Menyangkut siapa pelaku pembunuhan itu, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP, Misrun, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan siapa yang menjadi pelaku. Karena saat ini, penyidik masih fokus terhadap pelaku pembunuhan Krisnanda, yang dilakukan oleh orang tua kandungnya dan temannya.
"Kami masih fokus memeriksa dua tersangka pelaku pembunuhan terhadap Krisnanda Mega Pratama. Krisnanda ini pacarnya Suprihatin. Jadi maaf, hasil pemeriksaan dan siapa pelaku pembunuhan terhadap Suprihatin, belum bisa saya sampaikan sekarang", kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun, kepada wartawan.
Usai divisum, jasad Supriahtin dibawa pihak keluarga ke rumah duka malam itu juga (Selasa 12 Pebruari 2013)), di desa Tegalombo, kecamatan Kauman. Suprihatin dinyatakan hilang sejak 28 Januari 2013 lalu. Terakhir, korban pamit hendak membetulkan laptopnya yang rusak.
Jasad alumni Universitas Muhamadyah Ponorogo ini,ditemukan terkubur dan ditutup lantai cor di kamar rumah kekasihnya, Krisnanda Mega Pratama. Penemuan jenasah gadis manis ini bermula saat polisi tengah melakukan oleh TKP di rumah almarhum di desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Selasa 12 Pebruari 2013 siang. Saat memeriksa ruang kamar
itu, polisi menemukan bercak darah menempel di tembok. Dari situlah, polisi akhirnya menaruh curiga. Kemudian semua barang yang ada di kamar tersebut di keluarkan termasuk tempat tidur, diduga ada sesuatu di balik lantai tersebut. Polisi langsung melakukan penggalian dan menemukan mayat Suprihatin dengan posisi telungkup dan berpakaian masih lengkap. Akhirnya, terungkap keberadaan Suprihatin yang sedang dicari-cari keluarga maupun polisi.
Seminggu sebelumnya, Krisnanda Mega Pratama (26 tahun), mahasiwa mahasiswa Tehnik Informatika Universitas Muhamadyah Ponorogo itu, ditemukan tewas dengan luka tusuk di pingir sungai Keyang, Rabu 6 Pebruari 2013. Selain itu, juga mengalami kekerasan berupa hantaman benda tumpul dibagian kepala sehingga tengkorak korban pecah.
Berdasarkan penyelidikan polisi, akhirnya terungkap jika Krisnanda tewas dibunuh oleh Eko Budianto (52 tahun) yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Dalam mengeksekusi korban, Eko dibantu Udin (25 tahun), tetangganya. Korban dibunuh di pos kamling yang tak jauh dari rumahnya. (dib).berita-beritadotcom
Jasad korban digali oleh polisi Selasa 12 Pebruari 2013 kemarin, di dalam kamar tidur almarhum kekasihnya, Krisnanda Mega Pratama (26 tahun), mahasiswa Tehnik Informatika Universitas Muhamadyah Ponorogo, Jawa Timur di desa Karanggebang, kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.
"Hasil otopsi, petugas merinci, korban mengalami enam tusukan di kepala, 18 tusukan di bagian punggung, tiga tusukan di leher kiri dan tiga tusukan lagi di leher bagian kanan. Cukup banyak luka tusukan ditubuh korban dan tulang tengkoraknya pecah akibat hantaman benda keras", terang salah seorang petugas forensik yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan, Rabu (13/2/2013).
Menyangkut siapa pelaku pembunuhan itu, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP, Misrun, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan siapa yang menjadi pelaku. Karena saat ini, penyidik masih fokus terhadap pelaku pembunuhan Krisnanda, yang dilakukan oleh orang tua kandungnya dan temannya.
"Kami masih fokus memeriksa dua tersangka pelaku pembunuhan terhadap Krisnanda Mega Pratama. Krisnanda ini pacarnya Suprihatin. Jadi maaf, hasil pemeriksaan dan siapa pelaku pembunuhan terhadap Suprihatin, belum bisa saya sampaikan sekarang", kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun, kepada wartawan.
Usai divisum, jasad Supriahtin dibawa pihak keluarga ke rumah duka malam itu juga (Selasa 12 Pebruari 2013)), di desa Tegalombo, kecamatan Kauman. Suprihatin dinyatakan hilang sejak 28 Januari 2013 lalu. Terakhir, korban pamit hendak membetulkan laptopnya yang rusak.
Jasad alumni Universitas Muhamadyah Ponorogo ini,ditemukan terkubur dan ditutup lantai cor di kamar rumah kekasihnya, Krisnanda Mega Pratama. Penemuan jenasah gadis manis ini bermula saat polisi tengah melakukan oleh TKP di rumah almarhum di desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Selasa 12 Pebruari 2013 siang. Saat memeriksa ruang kamar
itu, polisi menemukan bercak darah menempel di tembok. Dari situlah, polisi akhirnya menaruh curiga. Kemudian semua barang yang ada di kamar tersebut di keluarkan termasuk tempat tidur, diduga ada sesuatu di balik lantai tersebut. Polisi langsung melakukan penggalian dan menemukan mayat Suprihatin dengan posisi telungkup dan berpakaian masih lengkap. Akhirnya, terungkap keberadaan Suprihatin yang sedang dicari-cari keluarga maupun polisi.
Seminggu sebelumnya, Krisnanda Mega Pratama (26 tahun), mahasiwa mahasiswa Tehnik Informatika Universitas Muhamadyah Ponorogo itu, ditemukan tewas dengan luka tusuk di pingir sungai Keyang, Rabu 6 Pebruari 2013. Selain itu, juga mengalami kekerasan berupa hantaman benda tumpul dibagian kepala sehingga tengkorak korban pecah.
Berdasarkan penyelidikan polisi, akhirnya terungkap jika Krisnanda tewas dibunuh oleh Eko Budianto (52 tahun) yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Dalam mengeksekusi korban, Eko dibantu Udin (25 tahun), tetangganya. Korban dibunuh di pos kamling yang tak jauh dari rumahnya. (dib).berita-beritadotcom
No comments:
Post a Comment