Saturday, February 16, 2013

Ternyata Stres Dapat Membuat Gigi Rompong

Stres buat gigi rompong, keadaan mental dan kejiwaan seseorang juga dapat mempengaruhi kesihatan gigi dan mulut. Seseorang yang memiliki masalah kejiwaan alias stres 3 kali lebih berisiko mengalami gigi tanggal dan 6 kali lebih rentan mengalami gigi keropos. Para ilmuwan dari University of Queensland mengungkap hal itu setelah menganalisis 14 hasil penelitian yang dilakukan dalam 20 tahun terakhir. Hampir semuanya menunjukkan hubungan yang konsisten antara risiko gigi tanggal dengan kesihatan mental.

Awas Stres Dapat Membuat Gigi Anda Cepat Ompong

Dari sekitar 2,784 partisipan yang terlibat dalam penelitian tersebut, bebagai masalah kejiwaan terbukti meningkatkan risiko rompong atau kehilangan seluruh giginya hingga 3.4 kali ganda. Sedangkan risiko gigi berlubang maupun tanggal sebagian meningkat 6.2 kali lipat.

Orang-orang dengan masalah kejiwaan baik berupa gangguan bipolar, schizophrenia maupun pikun lebih rentan kehilangan sebagian giginya kerana tanggal. Hal ini menyiratkan bawah para doktor yang menangani pesakit seperti ini  harus memberi perhatian terhadap kesihatan gigi mulut.

Menurut Prof Steve Kesley yang memimpin penelitian ini, ada beberapa hal yang membuat orang-orang stres lebih rentan mengalami gigi rompong. Faktor pertama adalah kurangnya kesempatan bagi para pesakit untuk merawat dan menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Berbagai masalah kejiwaan berhubungan juga dengan masalah tempat tinggal, dalam arti cenderung tidak betah berada di rumah. Kerana jarang pulang, maka orang-orang stres lebih sedikit punya waktu untuk memberi perhatian lebih pada kebersihan giginya.

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah efek samping pengubatan, kerana beberapa ubat antidepresan dapat menekan produksi air liur. Jika produksi air liur berkurang, kondisi kesihatan gigi juga ikut menurun sehingga mudah keropos dan tanggal.

"Mereka juga cenderung tidak mau bertemu dengan doktor gigi kerana takut dengan perawatannya. Boleh juga kerana khawatir dengan biayanya yang boleh bikin tambah stres," ungkap Prof Kisley dalam laporannya dalam British Journal of Psychiatry seperti dikutip dari Medicalnewstoday. 

 otakberita

No comments:

Post a Comment