indah.com
Thursday, May 30, 2013
Wanita Ini Jumpa Buku Harian Mantan Kekasih di Museum Setelah 70 Tahun
29 Mei 2013
Sebelum Thomas "Cotton" Jones, seorang tentera Amerika, terbunuh oleh penembak Jepun di Perang Dunia II, lelaki ini menulis sebuah permintaan pada siapa saja yang mungkin menemukan buku hariannya: "Tolong berikan buku harian ini pada Laura Mae Davis -wanita yang dicintainya-."
Namun buku harian itu tak juga sampai ke tangan Laura Mae Davis, melainkan berakhir untuk dipamer di National World War II Museum. Setelah 70 tahun kemudian, barulah Davis menemuinya ketika mengunjungi museum tersebut.
"Aku sama sekali tak mengira buku harian itu ada di sini," ungkap wanita yang kini berusia 90 tahun itu. Davis mengatakan bahawa buku harian tersebut telah membuatnya menangis.
Laura Mae Davis yang telah berkahwin dengan seorang angkatan udara di tahun 1945 mengatakan bahawa dia pergi ke museum tersebut untuk melihat kenang-kenangan mengenai tentera muda yang pernah menjadi kekasihnya.
"Kukira aku akan melihat fotonya dan teman-teman tenteranya, atau setidaknya tempat di mana dia berjuang," jelas Davis. Namun di luar dugaan, dia malah menemukan buku harian kekasihnya tersebut.
Eric Rivet, kurator di museum tersebut memperbolehkan Davis melihat lebih dekat, menggunakan sarung tangan putih untuk melindungi kertas dari minyak. Rivet mengatakan bahawa itu adalah pertama kalinya seseorang menemukan nama mereka sendiri pada sebuah artefak di museum.
Buku harian itu sendiri merupakan pemberian Davis untuk Jones. Mereka bertemu di Sekolah Menengah Atas WInslow pada tahun 1941. Jones merupakan pemain basket, dan Davis adalah seorang ketua sorak. Jones bahkan memberikan cincin untuk Davis, namun mereka belum bertunangan.
Dalam buku hariannya, Jones menulis: "INi adalah sejarah hari-hariku di US Marine Corps... Dan lebih dari itu untuk Laura Mae, cintaku, yang telah mengisi seluruh hatiku. Jadi jika kalian boleh, kembalikan buku harian ini padanya. Aku menulis ini sebagai permintaan terakhirku."
Jones terbunuh ketika sebutir peluru menembus tepat di antara kedua matanya pada 17 September 1944 di Palau. Dalam buku harian tersebut juga terdapat foto Davis berwarna hitam putih. DI sana ada tulisan "Love, Laurie" yang dituliskan oleh Davis sendiri.
Sebenarnya buku harian tersebut telah berada di tangan sepupu Jones sejak beberapa tahun setelah kematiannya. Namun sepupu Jones khuatir jika memberikannya pada Davis, buku harian tersebut boleh menghancurkan pernikahan mereka. Davis menjelaskan bahawa hal tersebut seharusnya tak menjadi masalah.
"Suamiku dan Tommy (Jones) adalah kawan baik," ungkap Davis. Meski Davis tak boleh memiliki buku harian Jones, namun pihak museum akan mengirimkan scan dari buku harian Jones padanya.
merdeka.com
No comments:
Post a Comment
Newer Post
Older Post
Home
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment