27 Ogos 2013
Seorang kanak-kanak perempuan di India (Foto: Reuters)
NEW DELHI - Seorang ibu di India tergamak mencuba
menjual keperawanan anaknya dengan seharga 100 ribu rupee . Namun niat ibu itu berjaya dipatahkan.
Usaha yang dilakukan ibu itu terjadi di wilayah Mumbai, India. Menurut laporan, seorang pemandu bajaj menawarkan remaja tersebut kepada penumpangnya. Tetapi pemandu itu tidak tahu bahawa penumpangnya adalah seorang pekerja sosial.
Sedar mengetahui proses penjualan anak sedang berlangsung, pekerja sosial itu kemudian melaporkan usaha ibu itu kepada lembaga setempat, Harmony Foundation yang kemudian menghubungi pihak polis .
"Dia (pengemudi bajaj) mengatakan, pembeli (kanak-kanak) itu bebas melakukan apa saja kepadanya. Dia juga mengatakan bahawa kanak-kanak itu masih menstruasi dan baru akan dikirim setelah masa menstruasinya usai tiga hingga empat hari ke depan," ujar Pimpinan Harmony Foundation Abraham Mathai, seperti dikutip Reuters, Selasa (27/8/2013).
Mendapatkan laporan itu, polis langsung menangkap pemandu bajaj dan ibu dari kanak-kanak perempuan berusia 13 tahun tersebut.
"Kanak-kanak itu masih dalam kondisi terkejut dan tidak boleh berbicara banyak. Kami tidak ingin menambah traumanya. Dia akan dikirim ke rumah dan dibantu dengan penyuluhan," ucap pejabat polis Madan Ballal.
"Sementara sang ibu mengaku dirinya mencuba menjual keperawanan puterinya. Kami tidak tahu apakah suami perempuan itu mengetahui hal ini," jelas Ballal.
Perempuan di India, baik itu dewasa dan anak-anak terus terancam dengan kejahatan seksual. Statistik menunjukkan sekira 244,279 kejahatan terhadap perempuan terjadi pada 2012, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada 2011 (faj)Okezone
Usaha yang dilakukan ibu itu terjadi di wilayah Mumbai, India. Menurut laporan, seorang pemandu bajaj menawarkan remaja tersebut kepada penumpangnya. Tetapi pemandu itu tidak tahu bahawa penumpangnya adalah seorang pekerja sosial.
Sedar mengetahui proses penjualan anak sedang berlangsung, pekerja sosial itu kemudian melaporkan usaha ibu itu kepada lembaga setempat, Harmony Foundation yang kemudian menghubungi pihak polis .
"Dia (pengemudi bajaj) mengatakan, pembeli (kanak-kanak) itu bebas melakukan apa saja kepadanya. Dia juga mengatakan bahawa kanak-kanak itu masih menstruasi dan baru akan dikirim setelah masa menstruasinya usai tiga hingga empat hari ke depan," ujar Pimpinan Harmony Foundation Abraham Mathai, seperti dikutip Reuters, Selasa (27/8/2013).
Mendapatkan laporan itu, polis langsung menangkap pemandu bajaj dan ibu dari kanak-kanak perempuan berusia 13 tahun tersebut.
"Kanak-kanak itu masih dalam kondisi terkejut dan tidak boleh berbicara banyak. Kami tidak ingin menambah traumanya. Dia akan dikirim ke rumah dan dibantu dengan penyuluhan," ucap pejabat polis Madan Ballal.
"Sementara sang ibu mengaku dirinya mencuba menjual keperawanan puterinya. Kami tidak tahu apakah suami perempuan itu mengetahui hal ini," jelas Ballal.
Perempuan di India, baik itu dewasa dan anak-anak terus terancam dengan kejahatan seksual. Statistik menunjukkan sekira 244,279 kejahatan terhadap perempuan terjadi pada 2012, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada 2011 (faj)Okezone
No comments:
Post a Comment