01 Agustus 2013
(c) dailymail.co.uk
Carrie Curtis tak pernah menyesali keputusannya
untuk memelihara janinnya selama ini. Ia sudah disarankan oleh para
petugas medis untuk menggugurkan bayinya disebabkan sang bayi mengalami
Potter Syndrome yang menyebabkan masalah pada pembentukan ginjalnya.
Hampir
setiap minggu ketika dia mengandung, ia diminta untuk segera menggugurkan
bayinya. Namun dia menolak kerana masih melihat degupan jantung yang kuat
dari calon bayinya. "Aku ingin memberinya kesempatan untuk hidup sedapat
mungkin," ujar Curtis yang masih berusia 20 tahun ini.
"Aku tahu
kesempatannya untuk bertahan mungkin hampir nihil, namun selama dia
masih memiliki degupan jantung, aku tak akan mengubah keputusanku (untuk
tidak gugurkannya) - tak peduli berapa kali doktor memintaku melakukannya,"
ujarnya lagi.
(c) magic828.co.uk
Semangat
sebagai seorang ibu yang dimiliki Carrie membawanya pada hari hingga
akhirnya dipertemukan bersama sang anak. Carrie Curtis akhirnya
melahirkan puteranya yang bernama Charlie secara normal. Segera setelah ketika itu, Charlie dibawa ke inkubator.
Namun kerana dia lahir tanpa
paru-paru, tak banyak yang dapat dilakukan. 19 minit merasakan dunia,
Charlie pun meninggal dunia.
"Mereka membalutnya dengan kain
handuk dan membiarkanku memeluknya. Charlie membuka matanya dan melihat
ke arahku yang akan menjadi kenangan tak terlupakan bagiku," kata
Carrie.
Sebagai seorang ibu, Carrie tak pernah mendengar Charlie
menangis, namun selama 3 hari, dia menikmati berada di sisi bayinya. "Aku
diperbolehkan memeluknya dan bersamanya selama yang aku inginkan.
Awalnya begitu berat kerana aku berharap matanya akan terbuka. Namun
semakin lama aku di sisinya, terasa sangat nyaman bagiku."
Sindrom
Potter adalah sebuah penyakit yang menyerang 30,000 bayi yang ada di
dunia. Penyakit ini mempengaruhi pembentukan ginjal yang penting untuk
produksi cairan amniotic dalam janin. Kondisi ini boleh menyebabkan
banyak hal seperti mengganggu pertumbuhan dan pergerakan bayi,
mengganggu pertumbuhan paru-paru bayi dan janin.
(c) dailymail.co.uk
Dalam
beberapa kes, bayi-bayi sempat dilahirkan, namun dengan resiko
kematian yang sangat tinggi. Boleh jadi kerana gagal nafas setelah satu
sampai dua hari dilahirkan.
Kehilangan bayi pertama bagi seorang
ibu tentu menjadi hal yang sangat menyakitkan. Namun kini Carrie mencuba
melakukan hal positif untuk mengenang puteranya, yaitu dengan membuat
program amal bernama Charlie's Angel untuk mereka yang mengalami hal
serupa dengan yang terjadi pada Charlie. Semoga dengan melakukan hal
ini, Carrie boleh menjadikan pengalamannya sebagai inspirasi bagi banyak
ibu muda.
sumber:Vemale.com
No comments:
Post a Comment