Rabu, 31 Juli 2013
(C) ShutterStock
Randitya
Aji Jiwanto Purwo (18), warga Kampung Surowedanan, Pulisen, Boyolali,
Jawa Tengah ini tega melukai 4 anggota keluarganya sendiri. Randitya
dipercayai sakit hati dengan ayahnya. Namun bukan diselesaikan baik-baik,
Randitya malah menusuk ayah, ibu, nenek dan adik tirinya. Tindakan yang
seolah dirasuki setan itu terjadi pada hari Selasa (30/8) sekitar pukul
01.00 WIB dini hari.
Ketika itu, semua sedang tertidur
lelap, waktu sahur masih dua jam lagi dan Randitya tiba-tiba masuk ke
kamar kedua orang tuanya, membawa pisau besar. Tanpa panjang akal,
Randitya menikamkan pisau ke ayah dan ibunya. Pertama kali dia menyerang
ayahnya, Jarwanto yang sedang tidur di kamar bersama ibu tiri pelaku,
Wahyuningsih dan Meyra Fatmawati, adik tiri pelaku.
Sang
ayah dan ibu yang tertidur pulas terkejut Randitya masuk ke kamar dan
menghujamkan pisau. Tidak boleh melawan, dua orang ini terluka sangat
parah. Ayah Randitya bahkan mengalami luka parah di leher dan punggung.
Sementara Wahyuningsih yang mencuba melarikan diri, juga mendapat
sabetan pisau di pipi, tangan dan lengan tangan kiri, dikutip dari
merdeka.com.
Kekejaman Randitya tidak berhenti hingga
di situ saja. Nenek Randitya yang sudah berusia sangat tua pun menjadi
korban. Nenek malang bernama Tukiyem ini menderita luka sobek di dahi,
hidung dan tangan kanannya patah, kerana menangkis sabetan pisau dari
pelaku. Merasa belum puas, Raditya akan menyerang Meyra namun dilindungi
oleh Agung, adik tirinya yang lain.
Agung pun
disabetnya dengan pisau. Meyra menangis dan lari keluar rumah. Para
tetangga langsung menolong dan memecah pintu rumah Randitya. Remaja
ini mencuba lari namun dapat ditangkap. Polis Boyolali mengatakan
bahawa Randitya merasa sakit hati ayahnya menikah lagi dan merasa ibunya
telah ditelantarkan.
sumber:Vemale.com
No comments:
Post a Comment