Friday, August 30, 2013

Rumah sakit minta maaf kepada pesakit kerana membiarkan dia tidur dilantai selama 9 jam

Sebuah rumah sakit di Selatan-Barat Sydney meminta maaf kepada remaja puteri bernama Demi Ellul yang dipaksa menunggu di lantai selama 9 jam kerana menderita usus buntu.

Harian Daily Telegraph menerbitkan foto gadis berusia 17 tahun itu, yang sedang terbungkus selimut dan meringkuk seperti bola di lantai rumah sakit Campbelltown pada Isnin malam.
Harian itu melaporkan ibu dari gadis itu bahkan sempat membawanya pulang ke rumah dan   kembali keesokan hari untuk mendapatkan rawatan.

Menteri Kesihatan Jillian Skinner mengatakan dia telah memerintahkan rumah sakit untuk merawat gadis tersebut dengan baik.

"Saya menyesalkan penderitaan yang dialami gadis ini dan keluarganya. Saya telah meminta pihak rumah sakit untuk meminta maaf kepada gadis itu dan keluarganya. Saya rasa ini langkah tepat," Skinner said.
"Saya gembira mendengar khabar gadis itu telah mendapatkan dan pihak rumah sakit terus memantau kondisinya."

Namun demikian langkah Menkes ini dikritik juru cakap pembangkang   Andrew McDonald, yang pernah bekerja sebagai doktor kanak-kanak di RS. Campbelltown sebelum terpilih sebagai anggota senat pada tahun 2007.  McDonald mengatakan Skinner  yang seharusnya meminta maaf.
"Ini peringatan buat Menkes kalau kes seperti ini akan terjadi ketika dia menutup sepertiga dari tempat tidur pada unit perawatan anak atau pediatrik, "kata Dr. McDonald.

"Harusnya ada 12 tempat tidur berbau kapur barus di unit anak-anak yang seharusnya boleh digunakan oleh remaja puteri itu."  Tegasnya.
Namun kritik ini dibantah Skinner.
Menanggapi tudingan membiarkan pesakit, Direktur Perawatan di RS Campbelltown, Professor Richard Cracknell, mengatakan stafnya harus memprioritaskan pesakit lain yang keadaannya lebih parah.

"Keterlambatan penanganan pesakit pada hari Isnin lalu memang jauh lebih lama dari biasanya kerana jumlah pesakit yang datang berubat ke rumah sakit hari itu sangat ramai," ungkapnya membela rumah sakit tempatnya berdinas.

“Kondisi seperti itu tidak pernah terjadi sebelumnya, itu sebabnya kita tidak boleh menangani sejumlah pesakit secara normal.”
"Pesakit itu memang sempat berbaring menunggu di lantai. Kami berusaha agar kejadian ini tidak terulang lagi” tegas Cracknell.Tribunnews
 

No comments:

Post a Comment