Selasa 03 September 2013
Ilustrasi courtesy of thecultureist
Bermadu adalah perkara lumrah. Bagaimana bila terpaksa berkongsi suami dengan ibu kandung kita sendiri?
Aneh? Tapi inilah yang terjadi di Bangladesh.Nasib wanita....
Komuniti
Mandi di Bangladesh memiliki tradisi unik yang menganut sistem
kekerabatan matrilineal di mana wanita menjadi ketua keluarga.
Walaupun begitu mereka masih memerlukan peraanan lelaki untuk melakukan
pekerjaan berat. Hal ini akhirnya membuat tradisi ini memperbolehkan
seorang lelaki boleh menikahi wanita dan ibunya sekaligus .
Dilansir oleh marieclaire Orola
Dalbot yang kini sudah berumur 30 tahun tidak pernah menyangka yang lelaki akan menjadi suaminya adalah suami dari ibu kandungnya. Hal
ini terjadi kerana ayah Orola meninggal ketika dia kecil. Dan ibunya terpaksa segera menikah lagi tetapi dengan lelaki dari klan yang sama dengan
mendiang ayahnya. Kerana umur lelaki dari klan mendiang ayahnya yang lebih
muda, ibu Orola diperbolehkan menikah asalkan juga menikahkan anak
perempuannya sebagai isteri kedua dengan lelaki muda calon suaminya. Hal
ini dilakukan sebagai pengganti tugas ketika isteri pertama menjadi tua.
(c)marieclaire | Orola, 30 tahun dengan suaminya 42 tahun yang dia bagi dengan ibunya 51 tahun.
"Saya
rasa ibu saya beruntung boleh mendapatkan suami sepertinya, ayah tiri
saya adalah seorang yang rupawan dengan senyuman menawan,” demikian tutur
Dalbot menceritakan tentang ayah tirinya dalam web online MarieClaire.
Kekaguman
Orola akan ayah tirinya berubah menjadi ketakutan. Mulanya dia ingin
lari dari rumah tapi dia tak boleh meninggalkan ibunya. Apalagi dengan
fakta kalau dia dinikahkan ketika masih sangat kecil. Orola sendiri tak
ingat bagaimana rupa dari pesta pernikahannya. Dia dinikahkan satu pakej
dengan pernikahan ibunya yang waktu itu berumur 25 tahun.
Kini
Orola sudah menerima tradisi yang hampir punah dan dilarang oleh agama
ini dengan damai. Sekarang dia adalah ibu dari tiga orang anak yang
berusia 14 tahun dan 7 tahun dan seorang puteri berusia 19 bulan hasil
dari perkawinannya dengan ayah tirinya Noten. Mereka tinggal satu rumah
kecil di mana mata pencahariannya adalah menjual minyak untuk memasak
dan lilin. Selain itu mereka juga memiliki tanah kecil yang ditanami
pisang dan nanas.
Ketika cinta tak boleh memilih pasangan maka aturan dunia
yang akan menjalankannya. Mengharukan ya ladies? Beruntung kita masih
boleh memilih untuk mencintai dan dicintai.Kesian ya....
No comments:
Post a Comment