11 Sep 2013
(c) KapanLagi.com
Vemale.com - Kecelakaan maut yang menimpa Dul, putera ketiga Ahmad Dhani dan Maia Estianty membuka cerita-cerita lain yang
berkaitan dengan Dul. Abdul Qadir Jaelani, di usianya yang masih belia
harus menjalani kenyataan pahit bahawa ayah dan ibunya bercerai. Sejak
dul masih Sekolah Dasar, konflik perceraian Dhani dan Maia belum juga
usai hingga bertahun-tahun lamanya.
Dul sebagai anak
yang paling kecil, sangat merasakan beratnya tidak lagi mendapatkan
kasih sayang yang utuh dari orang tua. Maia yang pindah dari rumah
mereka, Dhani yang sempat melarang keras anak-anaknya untuk bertemu ibu
mereka membuat Dul tumbuh dalam kondisi yang tidak nyaman. Dul tidak
lagi mendapatkan curahan kasih sayang dari seorang ibu seperti anak-anak
lainnya, sehingga Dul tumbuh menjadi pribadi yang labil.
Dul
tidak banyak berbicara, tidak mengutarakan apapun pendapatnya tentang
perceraian Dhani dan Maia. Namun jauh di lubuk hatinya, Dul merasakan
kekosongan yang nyata, dan tak akan bisa terganti dengan apapun juga.
Beranjak dari anak-anak menjadi remaja, Dul tidak memiliki sosok yang
bisa menemaninya bertumbuh dewasa.
Dul sangat menyayangi ibunya, Maia Estianty | (c) KapanLagi.com
Dhani
memang memenuhi semua keperluan Dul, tapi tidak dengan keperluan
psikologis dan kasih sayang. Dhani yang sibuk berkarier, Maia yang
dibatasi intensiti pertemuannya dengan anak-anaknya membuat Dul 'lepas
kontrol'. Dul tahun ini tidak lagi bersekolah di sekolah umum kerana
tidak naik kelas. Dhani memutuskan untuk memasukkan Dul ke dalam home
schooling, kerana prestasi Dul di sekolah terus merosot.
Remaja
berusia 13 tahun ini kerap tidak masuk sekolah kerana izin sakit
ataupun yang lain. Padahal menurut guru yang mengajar Dul di sekolah,
Dul adalah siswa yang cerdas. Namun Dul kerap tidak masuk dan prestasi
akademiknya menurun drastik. Dul menjadi bukti nyata, betapa menyakitkan
imbas dari perpisahan kedua orang tua.
Maia dan Dhani | (c) KapanLagi.com
Ketika Dul masuk Rumah Sakit, Dhani dan Maia tergopoh-gopoh menjaga Dul dan
merasa bersalah karena mereka tidak bisa mengawasi Dul sepenuhnya. Saat
Dul siuman, ibunyalah yang dia panggil pertama kali. Dalam keadaan tidak
sedarkan diri, Dul ingin ada ibunya, bersama dengan ibunya. Dul
merindukan ibunya yang kini tidak lagi tinggal satu atap bersamanya.
Peranan
seorang ibu tidak akan terganti dengan material ataupun kereta mewah.
Tidak juga boleh terganti hanya dengan peranan ayah. Mungkin Dul tidak
pernah mengutarakan apa yang dirasakannya, namun kejadian ini membuat
mata Dhani dan Maia terbuka. Anak-anak mereka menginginkan hidup tenang
dan damai, tidak lagi terseret arus konflik ayah dan ibunya. Cepat
sembuh ya Dul...
No comments:
Post a Comment