Saturday, October 12, 2013

Bayi meninggal dikuburkan tanpa pengetahuan ayah

  12 Okt 2013

 
 Rumah bayi malang (Rini/ detikcom)
Jakarta. AA, bayi malang berusia 9 bulan yang meninggal kerana dipercayai mengalami kekerasan seksual telah diabadikan pihak keluarga. Beberapa tetangga dekat mengungkapkan beberapa cerita mengenai kehidupan keluarga dengan 3 orang anak tersebut.

"Ibu AA ini dipanggil mama Ajeng. Punya 3 anak, anak pertama namanya Ajeng, anak kedua lelaki, sudah meninggal. Yang ketiga ya ini. Kalau suaminya namanya Asep," ujar seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya, di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (12/10/2013).

Ibunda bayi AA yang biasa dipanggil tetangga dengan sebutan mama Ajeng tersebut bekerja sebagai kuli cuci panggilan di sekitar tempat tinggalnya. Sementara Asep bekerja sebagai pemandu Kargo di Surabaya.

Hingga saat ini, keluarga belum memberitahu Asep bahawa anaknya telah meninggal dunia. Hal tersebut, dianggap sebagai satu keanehan oleh para tetangga dekat.

"Boleh dimaklumkan kalau tak mau dikasih tahu yang anaknya meninggal, nanti boleh kenapa-napa di jalan. Tapi aneh aja kan, meninggalnya begitu (nggak wajar), makanya dikuburkan terburu-buru, kan bapaknya belum lihat. Kalau bapaknya tahu (anaknya meninggal) pasti gawat itu," tuturnya.

Sang tetangga juga menuturkan, mama Ajeng yang bekerja sebagai buruh cuci memang sering menitipkan anaknya ke keluarga yang lain, yaitu om, tante atau kakek AA.

"Mama Ajeng kuli cuci kan, jadi ya tiap hari ya nggak boleh mengawas anaknya lah. Ditiitipin dimana juga saya nggak tahu, saya cuma seringnya lihat aja. Enggak mau tanya-tanya juga, kasihan kan," jelasnya prihatin.

Beberapa tetangga dekat juga tidak mengaitkan kematian bayi yang baru berusia 9 bulan ini kerana hal yang tidak wajar. Kerana sang bayi walaupun tidak bersama orangtua kandung, tetapi dititipkan kepada keluarga dekat.

"Saya kira itu orang nggak waras lah ya, masa iya tega, kasihan lah," kata tetangga tersebut.

AA, bayi berusia 9 bulan meninggal di salah satu rumah sakit di kawasan Jakarta Timur pada Jumaat (11/10). Dia meninggal dengan kondisi mengalami luka di bahagian kelamin dan anus, dipercayai kerana mengalami kekerasan seksual.

Ketika ini polis Metro Jakarta Timur telah memeriksa Ibu, Om, Tante serta Kakek AA untuk sebagai orang terdekat untuk penyelidikan lebih lanjut.

  detikNews

No comments:

Post a Comment