(c) dailymail.co.uk
Sungguh malang nasib kanak-kanak bernama Ren Shihao
ini. Dia adalah anak yang lahir di luar nikah. Sang ayah merawatnya,
sementara sang ibu sudah lebih dulu meninggalkan mereka kerana tak tahan
dengan hidup yang didera kemiskinan.
Beberapa tahun berlalu, Ren
akhirnya membesar menjadi anak yang manis. Namun sayang, dia digerogoti
penyakit tumor otak. Penyakit ini bahkan sudah mencapai stage akhir
dan akan membuatnya buta dalam beberapa saat ke depan.
Meski
tinggal dalam keluarga yang berantakan, Ren yang tinggal di Wilayah
Sichuan ini tak menyalahkan sang ibu yang telah meninggalkan mereka.
Hanya saja, ada satu permintaan yang ingin dia tujukan pada ibunya. "Aku
ingin bilang, aku merindukannya. Aku ingin bilang, 'aku menyayangimu,
Bu'. Dan aku ingin dia memelukku," kata Ren Shihao.
Sampai saat
ini, penyakit tumor otak yang diderita oleh Ren sudah membuatnya hanya
boleh melihat dari jarak beberapa cm saja. Jadi, kita boleh membayangkan
betapa sukarnya anak usia 7 tahun ini menjalani hari-harinya.
Ren ahnaya boleh melihat dari jarak beberapa cm saja (c) dailymail.co.uk
Ayahnya,
Cheng Li Ren, membawanya ke rumah sakit pada bulan September lalu.
Sebenarnya Ren sudah merasa sakit sejak Mei, tapi kerana informasi
mengenai rumah sakit dan jaraknya yang sukar ditempuh, mereka baru dapat
ke sana pada September lalu.
Doktor berusaha memeriksa dan
menyelamatkan Ren. Sayangnya, tumor ini menyebar cepat dan sukar diubati. Ren
yang kembali ke desa Yangyi di mana dia tinggal, sudah pasrah dengan
keadaannya. "Ia mulai kehilangan penglihatan. Dia fikir dia akan buta.
Tapi, dia tak tahu bahawa dirinya akan meninggal. Ia hanya ingin satu
hal, dapat melihat ibunya sebelum ia buta," kata Cheng Li Ren.
Li
Sun, ibu Ren Shihao, meninggalkan rumahnya setelah sekian lama merasa
jenuh dengan keterbatasan perekonomian mereka. Cheng Li Ren dan Li Sun
sebenarnya sudah mengusahakan untuk bekerja ke luar kota, sementara sang
anak diasuh oleh neneknya. Namun usaha ini tak cukup membantu
mengangkat taraf perekonomian mereka.
Harapan
terakhirnya hanya ingin melihat sang ibu untuk terakhir kali. Ia bahkan
tak tahu yang dia akan meninggal (c) dailymail.co.uk
Cheng
pernah berusaha melacak di mana isterinya berada, namun kini dia sudah
memiliki pasangan baru dan menolak untuk menemui anaknya yang menderita ini.
"Aku tak pernah menikahinya, aku meninggalkan anakku untuk mencari di
mana dia berada. Dan menemukan kenyataan bahawa dia sudah memiliki hidup
baru dengan lelaki yang dia nikahi. Jadi dia menolak bertemu dengan anak
kami. Kurasa keluarga barunya tak tahu bagaimana kehidupan Li sun
sebelumnya," cerita Cheng Li Ren.
Ladies, kehidupan kadang memang
tak sebaik film drama. Namun, kita doakan saja yang terbaik untuk Ren
Shihao. Bila pun dia tak pernah lagi mendapat pelukan dari ibunya, semoga
doa tulus kita dapat memeluk kesendiriannya.
Sumber:Vemale.com
No comments:
Post a Comment