Rabu, 09 Oktober 2013
(c) Huffingtonpost
Manusia memang diciptakan berbeda-beda. Warna
kulit, suku, agama setiap orang memang berbeda namun satu yang
menyatukan mereka yaitu cinta kasih terhadap sesamanya. Meskipun
berbeda, manusia akan selalu mempunyai cinta kasih yang besar terhadap
manusia lain.
Beberapa kelompok ekstrimis keagamaan beberapa
minggu lalu melancarkan serangan bom bunuh diri di Gereja All Saints di
Kota Peshawar, Pakistan. Ada lebih dari 100 orang korban meninggal dan
puluhan lain yang terluka akibat dari serangan ini. Serangan ini menjadi
serangan paling mematikan di Pakistan yang dilakukan terhadap warga
Kristian kerana dilakukan setelah Misa Minggu seperti yang dilansir oleh Merdeka.com (9/10).
Serangan
ini tidak hanya melukai warga Kristian saja, tapi juga membangkitkan
rasa solidariti dari warga lainnya. Sekitar 200 sampai 300 orang saling
berpegangan tangan membentuk rantai manusia di luar Gereja Santo
Anthony di Kota Lahore, Pakistan. Seorang pemuka agama Islam berdiri
sambil berkhutbah tentang toleransi agama yang ada di Al Qur'an pada
waktu itu. Dia berkhutbah sambil ditemani oleh Pendeta Nasir Gulfam.
Kedua tokoh keagamaan yang berbeda itu terlihat saling merangkul bahu
masing-masing serta bergandingan tangan. Kejadian ini sungguh
mengharukan dan ingin menunjukkan bahawa manusia seharusnya saling
menyayangi bukan saling menyakiti hanya kerana perbedaan kepercayaan.
Warga Muslim melindungi sebuah Gereja. (c) Merdeka.com
Rantaian
manusia ini bukan yang pertama kali diadakan setelah kejadian bom bunuh
diri itu. Ini adalah acara kedua setelah yang pertama dilaksanakan di
Katedral Santo Patrick di kota Karachi. Tapi tujuan dari acara ini sama
yaitu untuk menunjukkan pada dunia bahawa warga Pakistan boleh bersatu
tanpa membedakan agama atau suku. Dengan ini warga Pakistan berharap dapat mengirim pesan kepada dunia slogannya yaitu 'Satu Bangsa, Satu
Darah'. Perbedaan yang ada tidak seharusnya menjadi alasan mereka untuk
saling menyakiti.
Penyelenggara acara ini, Muhammad Jibran Nasir
menyerukan acara ini di beberapa jejaring sosial media untuk menghimpun
massa. Mereka yang mengikuti acara ini juga ingin menunjukkan bahwa
kejadian bom bunuh diri tersebut tidak hanya melukai warga tertentu,
tetapi seluruh warga Pakistan kerana mereka bersaudara.
Mengharukan
sekali bagaimana ratusan orang muslim, beberapa bahkan memakai jilbab
berganding tangan, melindungi sebuah Gereja yang menjadi tempat
beribadah warga Kristian. Kasih sayang manusia tidak akan mati kerana
perbedaan. Inilah salah satu buktinya.
Vemale.com
No comments:
Post a Comment