Okt 10 2013
Amerika Shutdown. ©REUTERS
Pejuang Taliban, yang memerangi pasukan Amerika Syarikat
di Afghanistan, hari ini mengejek Washington atas kelumpuhan pemerintah
federal dan menuding ahli politik Negera itu mengisap darah rakyat
mereka sendiri.
Kelompok militan itu mengeluarkan satu pernyataan menjelaskan
bagaimana lembaga-lembaga Amerika lumpuh, lokasi Patung Liberty ditutup,
dan kejatuhan jumlah pelancung yang memukul pertokoan, restoran serta
hotel di Washington, seperti dilansir laman asiaone.com, Rabu (9/10).
"Rakyat Amerika harus sedar bahawa ahli politik mempermainkan nasib mereka
serta nasib bangsa tertindas lainnya demi kepentingan peribadi mereka,"
kata Taliban.
Taliban juga menuduh pemimpin Amerika yang egois dan berfikiran
kosong mengambil wang warganya, yang sudah diperoleh dengan susah payah
dan dengan boros menghabiskan wang itu dengan menumpahkan darah orang
tidak bersalah dan tertindas.
"wang itu seharusnya dimanfaatkan demi perdamaian bukannya untuk mengisap darah rakyat mereka," lanjut Taliban.
Kedutaan besar Amerika di Ibu Kota Kabul mengatakan bahawa pihaknya
mengharapkan agar dapat berfungsi dalam waktu terdekat akibat kelumpuhan
itu, meskipun akaun Twitter kedutaan tidak akan diperbaharui secara
teratur. Staf wartawan kedutaan juga belum menangapi pernyataan dari
Taliban itu.
Taliban, yang digulingkan dari kekuasaannya dalam sebuah serangan
dukungan Amerika pada 2001, sering menggunakan wen mereka untuk
mengeluarkan serangan kata-kata terhadap Washington dan pemerintah
Kabul.
Sekitar 57 ribu tentera Amerika ditempatkan di Afghanistan. Sebahagian
besar dari mereka akan ditarik keluar pada akhir tahun depan.
Kelumpuhan pemerintah Amerika mengakibatkan ratusan ribu pegawai
negeri dirumahkan tanpa gaji setelah Kongres gagal meloloskan anggaran
untuk tahun 2014, yang dimulai pada 1 Oktober lalu.
sumber:merdeka.com
No comments:
Post a Comment