Ilustrasi
New Delhi - Insiden tragis terjadi di
wilayah India. Sedikitnya 32 orang terbunuh, termasuk 9 anak-anak, akibat
tersambar petir. Peristiwa ini terjadi ketika sejumlah wilayah India
dilanda hujan lebat.
"Sekitar 24 orang termasuk 7 anak-anak terbunuh pada Sabtu (5/10) dan Ahad (6/10) kerana tersambar petir di wilayah Bihar," jelas Menteri Penanggulangan Bencana wilayah Bihar, Renu Kumari seperti dilansir AFP, Isnin (7/10/2013).
Sedangkan di wilayah Jharkhand, sedikitnya 8 orang terbunuh akibat tersambar petir. Pegawai Daerah setempat, Puran Mahto menuturkan, dua mangsa meninggal di antaranya merupakan anak-anak.
Hujan lebat dilaporkan melanda sejumlah wilayah India pada akhir minggu kemarin. Hujan yang diwarnai angin kencang ini bahkan hingga menumbangkan pohon dan merosak rumah penduduk . Bahkan aliran eletrik di beberapa wilayah terputus sejak Ahad (6/10) malam.
Sepanjang bulan Jun hingga Oktober tergolong musim hujan di India. Pada masa ini, insiden tersambar petir cukup sering terjadi. Namun yang terjadi pada akhir minggu kemarin cukup memakan korban yang lebih ramai dari sebelumnya.
Seringkali penduduk yang tinggal di rumah yang terbuat dari bambu dan beratapkan rumput kering, rawan tersambar petir.
(nvc/ita)/detikNews
"Sekitar 24 orang termasuk 7 anak-anak terbunuh pada Sabtu (5/10) dan Ahad (6/10) kerana tersambar petir di wilayah Bihar," jelas Menteri Penanggulangan Bencana wilayah Bihar, Renu Kumari seperti dilansir AFP, Isnin (7/10/2013).
Sedangkan di wilayah Jharkhand, sedikitnya 8 orang terbunuh akibat tersambar petir. Pegawai Daerah setempat, Puran Mahto menuturkan, dua mangsa meninggal di antaranya merupakan anak-anak.
Hujan lebat dilaporkan melanda sejumlah wilayah India pada akhir minggu kemarin. Hujan yang diwarnai angin kencang ini bahkan hingga menumbangkan pohon dan merosak rumah penduduk . Bahkan aliran eletrik di beberapa wilayah terputus sejak Ahad (6/10) malam.
Sepanjang bulan Jun hingga Oktober tergolong musim hujan di India. Pada masa ini, insiden tersambar petir cukup sering terjadi. Namun yang terjadi pada akhir minggu kemarin cukup memakan korban yang lebih ramai dari sebelumnya.
Seringkali penduduk yang tinggal di rumah yang terbuat dari bambu dan beratapkan rumput kering, rawan tersambar petir.
(nvc/ita)/detikNews
No comments:
Post a Comment