Reporter : Pandasurya Wijaya 3 Okt 2013
Ilustrasi Gereja. slate.com ©2012 Merdeka.com
Pemerintah tempatan di Desa Bilbathuagani, wilayah Tangail,
Bangladesh, menghentikan pembangunan sebuah gereja di wilayah mereka dan
memaksa umat Kristian di sana masuk Islam.
Pemerintah lokal juga
memaksa mereka beribadah di masjid dan mengancam akan mengusir mereka
jika tidak berpindah keyakinan, seperti dilansir christiantoday.com,
Khamis (3/10).
Pembangunan gereja Tangail yang lokasinya sekitar
seratus kilometer sebelah utara Ibu Kota Dhaka, itu dimulai sejak 8
September lalu. Gereja itu dibangun oleh sekitar 25 warga Kristian yang
telah mengadakan rapat diam-diam selama tiga tahun.
Lima hari
setelah gereja mulai dibangun, Ksetua Kampung Rafiqul Islam Faruk bersama
sekitar dua ratus penunjuk perasaan berdemo memprotes pembangunan gereja
itu.
Sehari kemudian warga Kristian dipanggil ke pejabat Ketua Kampung. Sekitar seribu warga muslim berkumpul di luar pejabat desa.
Makrum Ali, 32, warga Kristian di desa itu mengaku dipaksa masuk Islam.
"Ketua Kampung dan imam masjid bertanya saya kenapa beragama Kristian. Jika saya
tidak masuk Islam maka mereka akan memukul saya, membakar rumah, dan
mengusir saya," kata Ali. Kerana ketakutan, dia pura-pura mengaku masuk
Islam. merdeka.com
No comments:
Post a Comment