- 7 Desember 2013
Ahmed al-Sha'ara mengajak kelima
puteranya, termasuk yang baru berusia 13 tahun, berangkat ke Syria untuk
bergabung dengan pasukan pemberontak. | @REYADIRAQ/Telegraph
DAMASKUS - Seorang lelaki Maghribi mengajak
kelima puteranya, termasuk yang baru berusia 13 tahun, untuk bergabung
dengan salah satu kumpulan pemberontak militan Syria.
Ahmed al-Sha'ara, nama lelaki itu, membawa kelima puteranya melintasi Eropah dan Turki sebelum bergabung dengan kelompok pemberontak penentang rezim Bashar al-Assad. Demikian laman berita Mesir Al-Aram melaporkan.
Salah seorang putera Ahmed adalah Osama (13), yang sebelumnya selalu mendampingi ayahnya dalam berbagai unjuk rasa di Tangier, Moroko utara, menentang penahanan sejumlah tokoh Salafi oleh pemerintah Moroko.
Jika berita ini dapat disahkan kebenarannya, maka fakta ini akan mendukung pengakuan bahawa banyak keluarga di negara-negara Muslim berangkat ke Syria untuk melawan Bashar al-Assad.
"Kami sudah melihat banyak keluarga dari Kaukasus dan Asia tengah, dan termasuk anak-anak, berangkat ke Syria. Setidaknya setiap bulan satu keluarga melintasi perbatasan Syria," kata Shiraz Maher, peneliti Pusat Kajian tentang Radikalisasi dan Kekerasan Politik di King's College, London.
Maher menambahkan, tinggal menunggu waktu saja wanita-wanita Eropah juga akan menyusul dan bergabung dalam perang Syria.
"Sudah terjadi interaksi besar-besaran di dunia maya antara kelompok-kelompok militan di Syria dengan para wanita di negara-negara Eropah," tambah Maher.
"Di garis depan, para wanita ini nantinya akan menyediakan makanan untuk para pejuang dan melakukan indoktrinasi kepada anak-anak untuk menciptakan generasi pejuang selanjutnya," papar Maher.
Perang melawan rezim Assad yang didominasi kelompok Alawi dan Syiah, menarik kelompok-kelompok militan Sunni dari Afrika Utara, Eropah, Timur Tengah dan tempat tempat lain.diedit dari KOMPAS.com
Ahmed al-Sha'ara, nama lelaki itu, membawa kelima puteranya melintasi Eropah dan Turki sebelum bergabung dengan kelompok pemberontak penentang rezim Bashar al-Assad. Demikian laman berita Mesir Al-Aram melaporkan.
Salah seorang putera Ahmed adalah Osama (13), yang sebelumnya selalu mendampingi ayahnya dalam berbagai unjuk rasa di Tangier, Moroko utara, menentang penahanan sejumlah tokoh Salafi oleh pemerintah Moroko.
Jika berita ini dapat disahkan kebenarannya, maka fakta ini akan mendukung pengakuan bahawa banyak keluarga di negara-negara Muslim berangkat ke Syria untuk melawan Bashar al-Assad.
"Kami sudah melihat banyak keluarga dari Kaukasus dan Asia tengah, dan termasuk anak-anak, berangkat ke Syria. Setidaknya setiap bulan satu keluarga melintasi perbatasan Syria," kata Shiraz Maher, peneliti Pusat Kajian tentang Radikalisasi dan Kekerasan Politik di King's College, London.
Maher menambahkan, tinggal menunggu waktu saja wanita-wanita Eropah juga akan menyusul dan bergabung dalam perang Syria.
"Sudah terjadi interaksi besar-besaran di dunia maya antara kelompok-kelompok militan di Syria dengan para wanita di negara-negara Eropah," tambah Maher.
"Di garis depan, para wanita ini nantinya akan menyediakan makanan untuk para pejuang dan melakukan indoktrinasi kepada anak-anak untuk menciptakan generasi pejuang selanjutnya," papar Maher.
Perang melawan rezim Assad yang didominasi kelompok Alawi dan Syiah, menarik kelompok-kelompok militan Sunni dari Afrika Utara, Eropah, Timur Tengah dan tempat tempat lain.diedit dari KOMPAS.com
Sumber :
the telegraph
Editor : Ervan Hardoko
No comments:
Post a Comment