Friday, December 13, 2013

Penterjemah bahasa isyarat pidato upacara kematian Mandela minta maaf kerana dia berhalusinasi

12 Dis 2013

Penerjemah pidato upacara wafatnya Mandela minta maaf
Penterjemah bahasa isyarat di upacara pemakaman Nelson Mandela. dailymail.co.uk
 
Penerjemah bahasa isyarat pada upacara kematian Nelson Mandela dua hari lalu, Thamsanqa Jantjie, 34, meminta maaf karena menjalankan tugasnya dengan asal-asalan.

Dia dikritik kerana terjemahannya ke dalam bahasa isyarat itu ngawur dan tidak berarti apa-apa bagi seluruh kaum tuna rungu di seluruh dunia yang menyaksikan acara itu, seperti dilansir Business Insider, Khamis (12/12).

Kepada surat khabar setempat dia mengaku sedang mengalami halusinasi dan mendengar suara-suara aneh ketika di atas pentas.

"Saya tidak boleh berbuat apa-apa. Saya sendirian di tengah situasi itu. Saya mencuba mengendalikan diri dan tidak memperlihatkannya ke seluruh dunia. Saya minta maaf," kata dia kepada surat khabar Johannesburg Star.

Dia tidak tahu apa yang menyebabkan dirinya seperti itu. Dia hanya bilang sedang menjalani pengubatan schizophrenia.

Jutaan warga dunia menyaksikan Jantjie menterjemahkan pidato Presiden Amerika Syarikat Barack Hussein Obama pada peringatan kematian Mandela.

Namun setelah acara itu asosiasi tuna rungu Afrika Selatan mengatakan Jantjie sebagai penerjemah palsu kerana dia membuat isyarat-isyarat baru yang tidak pernah mereka ketahui.

Dalam sebuah wawancara dengan radio setempat Jantjie mengaku dia sangat bangga atas penampilannya di acara penting itu.

"Tentu, tentu. Saya fikir itu adalah pencapaian tertinggi dalam bahasa isyarat," kata dia kepada stesyen radio Talk Radio 702.

Pemerintah Afrika Selatan yang menganjurkan acara itu mengaku tidak tahu siapa Jantjie sebelumnya. Sedangkan Janjtie mengaku dia ditugaskan oleh Parti ANC untuk menjadi penterjemah di acara itu.

Namun pihak ANC sendiri membantah mengenal Jantjie, mereka mengatakan sedang menyiasat kes ini.

Merdeka.com -

No comments:

Post a Comment