Friday, February 7, 2014

Kanak-kanak 5 tahun dibiarkan mati kelaparan oleh neneknya

06 Feb 2014

 
 Jeffrey Baldwin (The Office of the Chief Coroner for Ontario/news.com.au)
Ottawa - Kanak-kanak lelaki berusia 5 tahun dari Toronto, Kanada ini hanya memiliki berat badan kurang dari 10 kg ketika meninggal. Jeffrey Baldwin ditelantarkan dan dibiarkan kelaparan hingga mati oleh neneknya sendiri.

Hasil penyeliiasatan  polis  setempat menunjukkan, anak kecil ini dikurung di sebuah ruangan dingin dalam jangka waktu cukup lama oleh neneknya. Jeffrey ditemukan maeninggal dalam kondisi menyedihkan dengan berat badan kurang dari 10 kilogram pada tahun 2002 lalu.

Laporan penyiasatan yang baru disampaikan dalam perbicaraan rayuan minggu ini menyebutkan, Jeffrey telah berada dalam pengasuhan neneknya, Elva Bottineau sejak bayi. Kakak perempuan Jeffrey juga diasuh oleh neneknya dari pihak ibu.

Seperti dilansir news.com.au, Khamis (6/2/2014), hasil penyelidikan menyebutkan bahawa Jeffrey dalam kondisi suhat bugar ketika dia dibawa kepada nenek dan datuknya untuk diasuh. Namun tidak lama, kondisi kesihatan anak tersebut memburuk dan kian memburuk.

Orangtua Jeffrey yang masih muda dianggap tidak mampu mengasuh anaknya sendiri. Anak-anak mereka diambil alih pengasuhannya oleh datuk Jeffrey yang dianggap mampu.

Tapi sayangnya, petugas dinas sosial Children's Aid Society lalai memeriksa akam jejak Bottineau dan suaminya, Norman Kidman secara detail, karena ternyata mereka pernah terlibat kasus penganiayaan anak sebelumnya. Namun terlambat, insiden tragis ini telah terjadi. Jeffrey tewas karena kelaparan setelah disekap oleh neneknya tanpa diberi makanan maupun kebutuhan mendasar lainnya.

Laporan itu menyebutkan bahwa Bottineau lebih tertarik pada uang yang diterimanya dari dinas sosial untuk mengasuh cucu-cucunya. Bottineau juga disebut tidak mampu menangani kondisi Jeffrey yang bermasalah dalam pertumbuhannya.

Atas kasus ini, Bottineau bersama suaminya diadili atas dakwaan pembunuhan. Oleh pengadilan setempat, Bottineau dan suaminya Kidman divonis hukuman penjara seumur hidup.

Persidangan kasus ini kembali digelar setelah Bottineau mengajukan banding atas vonis pada tahun 2012 lalu. Mengikuti jalannya persidangan melalui televisi di dalam penjara, Bottineau disebut 'manusia tidak berperasaan dan manipulatif' oleh pengacara dari Children's Aid Society.

No comments:

Post a Comment