Pencarian pesawat Malaysia Airlines (Foto: AP)
NEW YORK - Upaya
keluarga dari penumpang Malaysia Airlines MH370 melayangkan tuntutan
untuk mendapatkan informasi lebih, ditolak oleh mahkamah. Tuntutan itu
diajukan melalui sebuah firma hukum di Amerika Seyarikat (AS).
Hakim di Mahkamah Cook County Circuit Kathy Flanagan, menolak tuntutan petisyen yang diajukan oleh seorang keluarga dari Indonesia. Tuntutan diajukan atas nama Januari Siregar, yang merupakan ayah dari penumpang MH370 asal Indonesia, Firman Chandra Siregar. Demikian diberitakan CNN, Senin (1/4/2014).
Peguam yang mewakili firma hukum Ribbeck Law, Monica Kelly sebelumnya melontarkan tuntutan tersebut kepada Boeing dan Malaysia Airlines. Tuntutan itu meminta nama-nama pihak yang terkait dengan bateri pesawat kemudian mendesak detail atas sistem oksigen dan api, serta rakaman data dari badan pesawat.
Petisyen itu juga mendesak dipaparkan mengenai pemilihan dan pelatihan dari awak pesawat Malaysia Airlines. Selain itu, pihak Malaysia Airlines juga diminta untuk menjelaskan prosedur darurat dan praktik keselamatan di pesawat.
Ada beberapa pihak yang ragu atas petisyen tersebut. Beberapa pegaum penerbangan mempersoalkan apakan petisyen itu adalah cara yang valid untuk mendapatkan informasi terkait pesawat Boeing 777-200ER dengan nombor penerbangan MH370 itu.
Petisyen tersebut bukanlah sebuah tuntutanundang-undang dan tidak menghalangi Kelly untuk mengajukan tuntutan kepada Boeing atas permintaan kliennya. Tetapi menurut undang-undang antarabangsa, keluarga penumpang ini tidak boleh mengajukan tuntutan kepada Malaysia Airlines di AS, mengingat pesawat yang membawa 239 penumpang itu dinyatakan jatuh di Lautan Hindi .
Sementara mengenai Jauari Siregar, muncul keterangan yang membingungkan. Januari diyakini sebagai ayah dari Firman Chandra Siregar, tetapi ada seseorang yang mengklaim dirinya sebagai abang ipar menilai tuntutan itu tidak diajukan oleh pihak keluarga. (faj)
Hakim di Mahkamah Cook County Circuit Kathy Flanagan, menolak tuntutan petisyen yang diajukan oleh seorang keluarga dari Indonesia. Tuntutan diajukan atas nama Januari Siregar, yang merupakan ayah dari penumpang MH370 asal Indonesia, Firman Chandra Siregar. Demikian diberitakan CNN, Senin (1/4/2014).
Peguam yang mewakili firma hukum Ribbeck Law, Monica Kelly sebelumnya melontarkan tuntutan tersebut kepada Boeing dan Malaysia Airlines. Tuntutan itu meminta nama-nama pihak yang terkait dengan bateri pesawat kemudian mendesak detail atas sistem oksigen dan api, serta rakaman data dari badan pesawat.
Petisyen itu juga mendesak dipaparkan mengenai pemilihan dan pelatihan dari awak pesawat Malaysia Airlines. Selain itu, pihak Malaysia Airlines juga diminta untuk menjelaskan prosedur darurat dan praktik keselamatan di pesawat.
Ada beberapa pihak yang ragu atas petisyen tersebut. Beberapa pegaum penerbangan mempersoalkan apakan petisyen itu adalah cara yang valid untuk mendapatkan informasi terkait pesawat Boeing 777-200ER dengan nombor penerbangan MH370 itu.
Petisyen tersebut bukanlah sebuah tuntutanundang-undang dan tidak menghalangi Kelly untuk mengajukan tuntutan kepada Boeing atas permintaan kliennya. Tetapi menurut undang-undang antarabangsa, keluarga penumpang ini tidak boleh mengajukan tuntutan kepada Malaysia Airlines di AS, mengingat pesawat yang membawa 239 penumpang itu dinyatakan jatuh di Lautan Hindi .
Sementara mengenai Jauari Siregar, muncul keterangan yang membingungkan. Januari diyakini sebagai ayah dari Firman Chandra Siregar, tetapi ada seseorang yang mengklaim dirinya sebagai abang ipar menilai tuntutan itu tidak diajukan oleh pihak keluarga. (faj)
No comments:
Post a Comment