8/5/14
malaysia airlines. ©AFP PHOTO POOL/Greg WOOD
Sebuah
survei dilakukan CNN dan ORC International menyatakan sembilan peratus
warga Amerika Syarikat percaya makhluk asing dari luar angkasa (alien)
atau makhluk dari dimensi lain terlibat dalam hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370.
Pasukan penyiasat sendiri masih terus melakukan pencarian untuk menemui pesawat
MH370, dengan 239 orang di dalamnya, yang hilang dari radar pada 8
March lalu, seperti dilansir surat khabar the Daily Mail, Khamis (8/5).
Jajak pendapat menemukan sebahagian besar orang di Amerika percaya
pencarian untuk menemukan MH370 harus terus dilanjutkan, sementara
setengah dari mereka percaya pihak pencari melakukan pencarian di
tempat yang salah.
Survei juga menunjukkan sebahagian besar (79 peratus) orang percaya tidak ada penumpang yang selamat.
Hanya lebih dari setengahnya (52 peratus) berfikir masyarakat akhirnya
akan mencari tahu apa yang terjadi dengan MH370. Namun, 46 peratus
lainnya mengatakan masyarakat tidak akan pernah tahu apa yang terjadi.
Survei ini datang di saat sebelas orang yang memiliki hubungan dengan
Al-Qaidah ditahan di Ibu Kota Kuala Lumpur dan kedah, dan sedang disoalsiasat mengenai apakah ada keterlibatan antara mereka dengan
hilangnya pesawat MH370. Para tersangka, berusia antara 22 tahun dan 55
tahun, didpercayai terdiri atas pelajar, profesional dan para pekerja.
Terorisme dianggap sebagai kemungkinan penyebab hilangnya MH370 oleh
warga Amerika, dengan 57 peratus dari mereka yang disurvei mengatakan
aksi terorisme mungkin terlibat, meskipun sampai saat ini belum ada
kelompok atau organisasi yang menyatakan bertanggung jawab atas
hilangnya MH370.
Lebih lanjut, 42 peratus dari warga Amerika percaya para perampas
terlibat dalam hilangnya MH370, sementara 52 peratus mengatakan kegagalan
mekanik kemungkinan menjadi penyebabnya.
Hanya seperempat dari mereka yang disurvei mengatakan sangat mungkin
awak kapal atau pilot pesawat ada hubungannya dengan hilangnya MH370.
Menteri Pelancungan dan Kebudayaan Malaysia Mohammad Nazri Abdul Aziz
kemarin mengatakan pemerintah Negeri Jiran itu tidak akan menyuntikkan
dana lagi kepada syarikat penerbangan Malaysia Airlines setelah insiden
hilangnya MH370.
Malaysia Airlines telah mengalami kemerosotan dalam pemesanan dan
menderita kerugian hingga Rp 14,7 triliun, setelah insiden hilangnya
MH370 dua bulan lalu dan sedang melakukan restrukturisasi.
Aziz mengatakan pemerintah tidak akan menaruh 'wang lagi' ke maskapai bermasalah itu.
Malaysia Airlines, yang dimiliki oleh pemerintah melalui badan usaha
milik negara, sudah menderita kerugian Rp 15,1 triliun selama tiga tahun
terakhir dari adanya persaingan ketat dan rute yang tidak
menguntungkan, seperti dikutip situs Gulf News.
Aziz menyatakan pemerintah sekarang tidak yakin apa yang dapat
dilakukan. Tapi dia menjelaskan menyuntikkan modal baru kepada Malaysia
Airlines tentunya bukan sebuah pilihan.Merdeka.com
No comments:
Post a Comment