14/08/2014
Jakarta - Seorang wanita dari China yang membunuh
menantu perempuanya menggunakan pemukul di Melbourne, Australia, dijatuhkan hukuman penjara 18 tahun.
Huajiao Zhuang (51) terbukti membunuh menantunya Dan 'Selina' Lin (21) di rumah mereka di kawasan Bundoora, bulan Mei 2012.
Zhuang kemudian memasukkan mayat Lin ke dalam beg dan ditaruh di tong sampah milik tetangga sebelum meninggalkan rumahnya.
Menurut Hakim Stephen Kaye, Zhang tidak boleh mengawal emosinya setelah bertengkar dengan Lin, mengenai cara menantunya memandikan cucunya Alfred.
"Kamu mengambil pemukul, dan memukul wajah dan kepala Selina lebih dari 30 kali," kata Hakim Kaye ketika membacakan keputusannya.
"Kamu tidak mampu mengawal kemarahan terhadap dia," tambahnya.
Zhuang kembali ke rumah tetangganya sekitar pukul 2 pagi keesokan harinya, dan membawa tong sampah tersebut ke sebuah kali kecil, Darebin Creek di dekat rumahnya.
Dalam perbicaraan sebelumnya, Zhuang mengatakan dia bertindak kerana membela diri dari serangan menantunya.
Menurut Hakim Kaye, hubungan Zhuang dengan menantunya memburuk sebulan setelah Lin melahirkan puteranya Alfred.
Zhuang dan menantunya tampaknya berbeda pendapat dalam soal tradisi dan kebiasaan dalam masyarakat China harus diikuti.
Zhuang pindah ke Australia di tahun 2010 dan berasal dari daerah yang masih menganut paham tradisional dan sangat miskin.
Zhuang merasa bahawa menantunya harus menyebutnya dengan panggilan ibu dan mereka harus tinggal bersama setelah Alfred lahir.
Sang mertua semakin tidak menyukai menantunya, kerana Lin menolak melakukan hal tersebut.
"Dalam dua kejadian sebelumnya, kebencian kamu terhadap Selina begitu mendalam sehingga terjadi tindakan kekerasan oleh kamu terhadap dia," kata Hakim Kaye. "Di bulan Julai 2011, setelah bertengkar dengan Selina, kamu memotong rambutnya menggunakan gunting."
Dalam pengambilan keputusan, Hakim Kaye juga mempertimbangkan apa yang dialami oleh Zhuang sebelumnya di China.
"Kerana undang-undang satu anak di China, kamu berusaha menutup-nutupi kelahiran anak terakhir Peter," kata hakim.
"Setelah akhirnya ketahuan, kamu memiliki anak kedua, suamimu kehilangan pekerjaan sebagai hukuman kerana melanggar kundang-undang satu anak."
Zhuang baru akan boleh mendapatkan keringanan hukuman setelah 13 tahun, dan besar kemungkinan akan dideportasi setelah dibebaskan. detikNews
Huajiao Zhuang (51) terbukti membunuh menantunya Dan 'Selina' Lin (21) di rumah mereka di kawasan Bundoora, bulan Mei 2012.
Zhuang kemudian memasukkan mayat Lin ke dalam beg dan ditaruh di tong sampah milik tetangga sebelum meninggalkan rumahnya.
Menurut Hakim Stephen Kaye, Zhang tidak boleh mengawal emosinya setelah bertengkar dengan Lin, mengenai cara menantunya memandikan cucunya Alfred.
"Kamu mengambil pemukul, dan memukul wajah dan kepala Selina lebih dari 30 kali," kata Hakim Kaye ketika membacakan keputusannya.
"Kamu tidak mampu mengawal kemarahan terhadap dia," tambahnya.
Zhuang kembali ke rumah tetangganya sekitar pukul 2 pagi keesokan harinya, dan membawa tong sampah tersebut ke sebuah kali kecil, Darebin Creek di dekat rumahnya.
Dalam perbicaraan sebelumnya, Zhuang mengatakan dia bertindak kerana membela diri dari serangan menantunya.
Menurut Hakim Kaye, hubungan Zhuang dengan menantunya memburuk sebulan setelah Lin melahirkan puteranya Alfred.
Zhuang dan menantunya tampaknya berbeda pendapat dalam soal tradisi dan kebiasaan dalam masyarakat China harus diikuti.
Zhuang pindah ke Australia di tahun 2010 dan berasal dari daerah yang masih menganut paham tradisional dan sangat miskin.
Zhuang merasa bahawa menantunya harus menyebutnya dengan panggilan ibu dan mereka harus tinggal bersama setelah Alfred lahir.
Sang mertua semakin tidak menyukai menantunya, kerana Lin menolak melakukan hal tersebut.
"Dalam dua kejadian sebelumnya, kebencian kamu terhadap Selina begitu mendalam sehingga terjadi tindakan kekerasan oleh kamu terhadap dia," kata Hakim Kaye. "Di bulan Julai 2011, setelah bertengkar dengan Selina, kamu memotong rambutnya menggunakan gunting."
Dalam pengambilan keputusan, Hakim Kaye juga mempertimbangkan apa yang dialami oleh Zhuang sebelumnya di China.
"Kerana undang-undang satu anak di China, kamu berusaha menutup-nutupi kelahiran anak terakhir Peter," kata hakim.
"Setelah akhirnya ketahuan, kamu memiliki anak kedua, suamimu kehilangan pekerjaan sebagai hukuman kerana melanggar kundang-undang satu anak."
Zhuang baru akan boleh mendapatkan keringanan hukuman setelah 13 tahun, dan besar kemungkinan akan dideportasi setelah dibebaskan. detikNews
No comments:
Post a Comment