
Foto ini diunggah ibu kedua anak yang dibawa ayahnya ke Turki untuk diseludupkan masuk ke Syria agar bergabung dengan ISIS.
RIYADH, Sekeping foto, yang menampilkan
Abed al-Shayeq (11) dan Ahmed al-Shayeq (10) berpose dengan ayah mereka
di depan bendera ISIS sambil membawa senapang mesin (machine-gun), beredar luas di
media sosial.
Foto itu diunggah sang ibu melalui Twitter untuk menyuarakan ungkapan kesedihan dan kekhuatirannya sebagai seorang ibu.
Sebelumnya,lelaki ini mengatakan kepada isterinya sedang membawa kedua puteranya itu melancung di salah satu negara Teluk. Padahal, dia menuju Turki sebelum memasuki wilayah Syria. Demikian dilaporkan harian Al-Hayat.
"Kerana kedua anak itu tiba di Turki bersama ayahnya, situasi ini, menurut hukum Turki, tidak boleh dianggap penculikan," kata Duta Besar Arab Saudi untuk Turki, Adel Murad.
Namun, harian Al-Watan melaporkan, lelaki ini menculik kedua anak itu dari ibunya setelah pasangan yang sudah bercerai itu terlibat perselisihan.
Tak lama setelah ketiga orang itu tiba di Syria, ibu kedua anak itu menerima pesan singkat dari suaminya pada Isnin (11/8/2014) yang memintanya untuk tidak bersedih dan menganggap kedua puteranya sebagai "burung-burung syurga", sebuah frasa yang kerap digunakan untuk mereka yang dianggap mati syahid.
Kemudian, sebuah akaun media sosial yang terkait dengan ISIS mengatakan, kedua anak itu akan mendapatkan pelatihan sebelum dikirim ke medan pertempuran. KOMPAS.com
Foto itu diunggah sang ibu melalui Twitter untuk menyuarakan ungkapan kesedihan dan kekhuatirannya sebagai seorang ibu.
Sebelumnya,lelaki ini mengatakan kepada isterinya sedang membawa kedua puteranya itu melancung di salah satu negara Teluk. Padahal, dia menuju Turki sebelum memasuki wilayah Syria. Demikian dilaporkan harian Al-Hayat.
"Kerana kedua anak itu tiba di Turki bersama ayahnya, situasi ini, menurut hukum Turki, tidak boleh dianggap penculikan," kata Duta Besar Arab Saudi untuk Turki, Adel Murad.
Namun, harian Al-Watan melaporkan, lelaki ini menculik kedua anak itu dari ibunya setelah pasangan yang sudah bercerai itu terlibat perselisihan.
Tak lama setelah ketiga orang itu tiba di Syria, ibu kedua anak itu menerima pesan singkat dari suaminya pada Isnin (11/8/2014) yang memintanya untuk tidak bersedih dan menganggap kedua puteranya sebagai "burung-burung syurga", sebuah frasa yang kerap digunakan untuk mereka yang dianggap mati syahid.
Kemudian, sebuah akaun media sosial yang terkait dengan ISIS mengatakan, kedua anak itu akan mendapatkan pelatihan sebelum dikirim ke medan pertempuran. KOMPAS.com
| Editor | : Ervan Hardoko |
| Sumber | : Al Arabiya |
No comments:
Post a Comment