13/08/2014
Maryam Mirzakhani (BBC)
Seoul - Seorang wanita kelahiran Iran
untuk pertama kalinya menjadi wanita pertama yang meraih penghargaan
bergengsi Fields Medal. Penghargaan tersebut banyak digelar sebagai
Nobel-nya dunia matematik .
Maryam Mirzakhani, lulusan pendidikan di Harvard University, Amerika Syarikat dan merupakan seorang profesor di Stanford University, California. Dia merupakan salah serorang dari empat peraih penghargaan Fields Medal yang diumumkan oleh Kongres Matematik Internasional (ICM) dalam konferensnya di Seoul, hari ini.
Mirzakhani merupakan seorang ahli geometri khusus untuk bentuk-bentuk tidak biasa. Dia menciptakan cara baru untuk menghitung volume bentuk-bentuk lengkung tak biasa.
"Fasih dalam beragam teknik matematik dan budaya matematika berbeda, dia mampu menunjukkan kombinasi langka kemampuan teknik yang super, ambisi yang kuat, visi yang jauh ke depan, dan keingintahuan yang dalam," terang ICM dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (13/8/2014).
Mirzakhani lahir di Teheran, Iran pada tahun 1977 dan meraih gelar PhD pada tahun 2004 lalu, dari Harvard University ketika usianya baru 27 tahun. Tahun 2009 lalu, dia memenangi Blumenthal Award for the Advancement of Research in Pure Mathematics dan pada tahun 2013 memenangkan penghargaan Satter Prize of the American Mathematical Society.
Fields Medal diberikan setiap empat tahun sekali, dan seringkali terdapat lebih dari satu peraih penghargaan yang berusia tidak lebih dari 40 tahun. Tiga peraih penghargaan lainnya untuk tahun ini antara lain Artur Avila dari Perancis, Manjul Bhargava dari Princeton University di New Jersey, dan Martin Hairer dari University of Warwick di England.
Dengan tidak adanya Nobel Prize untuk kategori matematik , maka Fields Medal dianggap sebagai penghargaan paling top bagi kalangan ahli matematik dunia. Pemberian penghargaan ini dilakukan oleh Presiden Korera Selatan, Park Geun Hye, kerana konferensnya diadakan di Seoul. Selain Mirzakhani, peraih penghargaan lainnya semuanya laki-laki.
"Ini merupakan kehormatan yang besar. Saya akan senang jika ini boleh mendorong wanita muda yang juga ilmuwan dan ahli matematik lainnya. Saya yakini akan ada lebih ramai wanita yang meraih penghargaan semacam ini di masa mendatang," tutur Mirzakhani dalam keterangan media dari Stanford University.
Mirzakhani terkenal di kalangan ahli matematik internasional ketika dirinya masih remaja, ketika dia memenangi medali emas pada Olimpiade Matematik Internasional tahun 1994 dan 1995, dengan nilai sempurna. Tahun 2008, dia menjadi profesor matematik pada Stanford University, di mana dia tinggal bersama suami dan anak perempuannya yang masih berusia 3 tahun.
Maryam Mirzakhani, lulusan pendidikan di Harvard University, Amerika Syarikat dan merupakan seorang profesor di Stanford University, California. Dia merupakan salah serorang dari empat peraih penghargaan Fields Medal yang diumumkan oleh Kongres Matematik Internasional (ICM) dalam konferensnya di Seoul, hari ini.
Mirzakhani merupakan seorang ahli geometri khusus untuk bentuk-bentuk tidak biasa. Dia menciptakan cara baru untuk menghitung volume bentuk-bentuk lengkung tak biasa.
"Fasih dalam beragam teknik matematik dan budaya matematika berbeda, dia mampu menunjukkan kombinasi langka kemampuan teknik yang super, ambisi yang kuat, visi yang jauh ke depan, dan keingintahuan yang dalam," terang ICM dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Rabu (13/8/2014).
Mirzakhani lahir di Teheran, Iran pada tahun 1977 dan meraih gelar PhD pada tahun 2004 lalu, dari Harvard University ketika usianya baru 27 tahun. Tahun 2009 lalu, dia memenangi Blumenthal Award for the Advancement of Research in Pure Mathematics dan pada tahun 2013 memenangkan penghargaan Satter Prize of the American Mathematical Society.
Fields Medal diberikan setiap empat tahun sekali, dan seringkali terdapat lebih dari satu peraih penghargaan yang berusia tidak lebih dari 40 tahun. Tiga peraih penghargaan lainnya untuk tahun ini antara lain Artur Avila dari Perancis, Manjul Bhargava dari Princeton University di New Jersey, dan Martin Hairer dari University of Warwick di England.
Dengan tidak adanya Nobel Prize untuk kategori matematik , maka Fields Medal dianggap sebagai penghargaan paling top bagi kalangan ahli matematik dunia. Pemberian penghargaan ini dilakukan oleh Presiden Korera Selatan, Park Geun Hye, kerana konferensnya diadakan di Seoul. Selain Mirzakhani, peraih penghargaan lainnya semuanya laki-laki.
"Ini merupakan kehormatan yang besar. Saya akan senang jika ini boleh mendorong wanita muda yang juga ilmuwan dan ahli matematik lainnya. Saya yakini akan ada lebih ramai wanita yang meraih penghargaan semacam ini di masa mendatang," tutur Mirzakhani dalam keterangan media dari Stanford University.
Mirzakhani terkenal di kalangan ahli matematik internasional ketika dirinya masih remaja, ketika dia memenangi medali emas pada Olimpiade Matematik Internasional tahun 1994 dan 1995, dengan nilai sempurna. Tahun 2008, dia menjadi profesor matematik pada Stanford University, di mana dia tinggal bersama suami dan anak perempuannya yang masih berusia 3 tahun.
detikNews
No comments:
Post a Comment