Friday, August 15, 2014

Terlalu dahaga, kanak-kanak pengungsi Irak minum darah orangtua

15/8/14

 Saking kehausan, bocah pengungsi Irak minum darah orangtua
Anak-anak pengungsi Irak di penampungan. ©Daily Mail 
 Sebuah kisah mengejutkan diceritakan koresponden Sky News ketika buat liputan  tenteng para pengungsi Irak di Pergunungan Sinjar. Mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman kerana ancaman kekerasan dari kelompok Negara Islam Irak dan Syria (ISIS).

Surat khabar the Daily Mail melaporkan, Khamis (14/8), seramai 30 ribu orang dari ratusan keluarga etnik Yazidi di Irak terpaksa melintasi Pergunungan Sinjar demi menyelamatkan diri. Mereka harus melewati perbatasan Turki dan Syria, menempuh perjalanan mendaki gunung dalam suhu 45 darjah Celcius.

Sekitar 8,000 etnik Yazidi akhirnya melewati Pergunungan Sinjar setelah diburu para militan ISIS sejak seminggu  lalu.

Koresponden SKy News Sherine Tadros mengungkapkan bagaimana warga Irak itu berhasil selamat sampai di penampungan di Provinsi Dahuk, wilayah Kurdistan.

"Seorang lelaki menceritakan bagaimana bagaimana kanak-kanak sangat kehausan sehingga orang tua mereka mengiris tangan sendiri untuk memberi mereka minum darah," kata Tadros.

Seorang lelaki lain mengisahkan bagaimana empat anak meninggal kerana kehausan.

"Tak ada tempat untuk menguburkan mereka, jadi mereka hanya menaruh batu-batu untuk menutupi jenazah anak-anak itu."
sumber: merdeka.com

No comments:

Post a Comment