24/8/14

James Foley, left, had
previously reported from Libya before going
to Syria, the most
dangerous conflict to cover anywhere
in the world. Photograph:

Independent.co.uk
Wartawan Amerika, James Foley, sebelum dipenggal anggota ISIS.
Para pemimpin Muslim di England mendesak masyarakat untuk menghubungi polis jika mereka tahu identiti anggota ISIS dari London yang ada di video pemenggalan wartawan Amerika.
"Kami
mengutuk kekerasan psikopat (oleh ISIS), apakah itu pada minoriti,
penduduk awam, atau sesama Muslim," kata Dewan Muslim |England dalam
satu pernyataan, Jumaat (22/8/2014).
Dewan Muslim Inggeris adalah
payung Muslim terbesar di England. Mereka juga menentang dugaan
penyusupan racun ekstremisme ke dalam komuniti mereka.
"Kami
terkejut dengan pembunuhan mengerikan atas James Foley, seorang wartawan
yang awalnya pergi ke daerah untuk mengekspos pelanggaran HAM oleh
rezim Syria," lanjut pernyatan itu.
Penasihat dewan, Iqbal
Sacranie, seperti dikutip dari London Evening Standard menyampaikan
permintaan kepada orang-orang yang mengenali anggota ISIS tersebut untuk
melapor ke polis .
Pada Rabu (20/8/2014), Perdana Menteri David
Cameron percaya orang yang terakam berbicara dengan aksen Inggeris dalam
video itu adalah seorang dari ratusan warga negaranya yang bergabung
ke kelompok perlawanan di Syria.
Seorang penganalisis keselamatan Eropah
mengatakan bahawa aksen anggota ISIS dalam video pemenggalan Foley
tersebut beraksen London. Aksen ini memunculkan dugaan orang tersebut
pernah tinggal di England untuk waktu lama.
Guardian mengatakan
seorang mantan sandera di Syria telah mengenalpasti lelaki beraksen
London itu sebagai pemimpin dari tiga warga negara Inggeris yang mengawal
orang-orang asing di Raqqa, di wilayah timur Syria.
"Tampaknya
mereka bertiga dipanggil dengan memakai nama personel The Beatles,
(yaitu) John, Paul, dan Ringo. Ada laporan mengatakan mereka telah
berlaku brutal kepada para sanderanya," tulis BBC.
sumber:TRIBUNNEWS.COM
No comments:
Post a Comment