Sebagai
salah seorang dari keluarga kaya di Amerika Syarikat, kemasukan nama
Jennifer Natalya Pritzker dalam daftar 400 orang kaya versi majalah
Forbes tahun lalu tidaklah mengejutkan. Namun jantina
Pritzker menjadi kisah tersendiri kerana dia dinobatkan sebagai sosok
transgender paling kaya pertama dalam sejarah, seperti laporan surat
khabar International Business Times, September tahun lalu.
Keluarga
Pritzker, penganut Yahudi, berasal dari Kota Chicago, menjual saham
majoriti perusahaan Marmon Holding pada 2007 dengan harga 4.5 billion. Mereka juga mempunyai saham di jaringan Hotel Hyatt. Sepuluh nama
keluarga Pritzker juga termasuk dalam daftar Forbes itu.
Pritzker,
63 tahun, mantan tentera berpangkat leftenan kolonel itu kini adalah
presiden merangkap pengarah eksekutif dari Yayasan Tawani, organisasi
nirlaba buat membangkitkan kesedaran tentang tentera awam. Dia juga
mendirikan Perpustakaan Tentera Pritzker pada 2011 dan menyumbangkan
dana $1.35 juta kepada Palm Center buat membangun fasiliti Tentera
Transgender. Organisasi itu menyatakan tujuan mereka adalah mendukung
biasiswa bagi kaum transgender di bidang ketenteraan dan meningkatkan
kualiti dialog publik. Dia juga menderma $25 juta untuk Norwich Univercity
Menurut Forbes, kekayaan total transgender Yahudi itu sekitar $1.7 billion. Dia sudah bercerai dan mempunyai tiga anak.
Pritzker secara resmi mengumumkan keputusan dia ingin hidup dan diakui sebagai wanita pada Ogos tahun lalu.
Dalam
pernyataannya melalui surat elektronik, dia menulis, "Mulai 16 Ogos
2013 J.N Pritzker akan menggunakan nama Jennifer Natalya Pritzker. Pritzker kini
menyebut dirinya sebagai perempuan untuk semua urusan perniagaan dan
peribadi.
(Photo : http://www.pritzkermilitarylibrary.org/home/robert-Pritzker.aspx) James Pritzker, now known of Jennifer Natalya Pritzker, is the first transgendered billionaire on the Forbes Richest 400 list.
No comments:
Post a Comment