Tuesday, November 25, 2014

Lelaki bujang China ramai-ramai beli isteri dari Myanmar

25/11/14

Jomblo China ramai-ramai beli istri dari Myanmar Rp 85 juta
Gambar hiasanwarga China. ©2012 Merdeka.com   
 Pihak berkuasa China di wilayah utara Mongolia menangkap 31 orang dipercayai melakukan perdagangan manusia. Polis sekaligus menahan 14 pwanita yang jadi mangsa itu, 11 dari Myanmar, seperti dilansir the Daily Mail, Selasa (25/11). 
 
Lima mangsa yang berstatus warga asing bahkan belum 18 tahun. Pemerintah China telah bekerjasama dengan Polis Myanmar membongkar kes ini. Penyiasatan selama tiga bulan dalam geng tersebut menunjukkan para pelaku memerangkap  mangsa, yang majoriti asal Myanmar, berbekal pas pelancungan dan pekerjaan di Negera China, kata kantor berita Xinhua.

Para korban kemudian dijual sebagai isteri di perkampungan Tiongkok dengan harga sedikitnya 50.000 yuan .
Perdagangan manusia untuk dijadikan isteri ini dipicu oleh timpangnya populasi di China. Undang-undang wajib satu anak sejak era Deng Xiaoping, ditambah dengan penguguran haram bayi perempuan kerana dianggap masyarakat tak punya masa depan, menyebabkan surplus besar plelaki bujang. Sensus terakhir menunjukkan 118 laki-laki yang baru lahir untuk setiap 100 perempuan.

Mulai September 2014,  Polis China mulai aktif melacak akaun-akaun jejaring sosial yang berkedok agen pelancungan tapi sebetulnya menawarkan "import pengantin" dengan pasokan korban dari negara-negara Asia Tenggara.

Tahun lalu,  Kementerian Luar Negeri AS menyatakan Rusia dan China sebagai salah pelanggar terburuk di dunia untuk isu kerja paksa dan perdagangan seks.
sumber: Merdeka.com

No comments:

Post a Comment