30/11/14
Ledakan bom kereta di Damaskus Syria . ©Reuters
Konflik
multidimensi di Syria berdampak buruk pada kesihatan penduduknya.
Organisasi Kesihatan Dunia (WHO) baru saja melansir data bahawa sebahagian
penduduk terjangkit myiasis. Ini adalah penyakit yang memicu luka
dihinggapi ulat pemakan daging.
Walaupun tidak mematikan, namun WHO menyatakan berjangkitnya penyakit
tersebut menandakan standard kesihatan masyarakat Syria menurun
drastik. "Beberapa kes myiasis sudah dilaporkan muncul sejak 19
November lalu," kata Jurucakap WHO Christian Lindmeier di Jenewa,
Swiss, seperti dilansir Rappler, Sabtu (29/11).
Ulat pemakang daging itu datang ketika lalat menghinggapi luka
yang terus menganga akibat penyakit tersebut. Selanjutnya, larva memakan
daging selama tumbuh menjadi lalat muda. Kondisi fisikal orang yang
terkena akan nampak mengerikan, walaupun dia tak merasa kesakitan.
WHO mencatat kes ulat pemakan daging banyak muncul di sebelah
utara Syria, khususnya di Kota Douma yang kini dikuasai pemberontak
Salafi. Kerana melawan Presiden Basyar al-Assad yang didukung kalangan
Syiah, kota tersebut diblokade. Selama hampir dua tahun, tidak banyak bantuan ubat dan sanitasi memadai tersedia di Douma.
Sejak perang saudara pecah tiga tahun terakhir antara pemberontak
Sunni dan penguasa Syiah, minimal 195 ribu penduduk meninggal. Situasi
Syria semakin runyam, lantaran muncul militan ISIS menguasai beberapa
kota wilayah utara
Sumber: Merdeka.com
No comments:
Post a Comment