
. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpose di salah satu sudut istana
barunya di Ankara. Istana ini tiga kali lebih
besar dari Istana Versailles, Perancis.
ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip
Erdogan, Sabtu (6/12/2014), membuat pembetulan pemberitaan media terkait istana
kepresidenan baru di ibu kota Ankara.
"Anda tak perlu menyembunyikan fakta bila menyangkut prestise. Istana kepresidenan memiliki sedikitnya 1,150 kamar, bukan 1,000 kamar seperti yang dikatakan media," kata Erdogan.
Istana Presiden Turki yang baru dibangun di pinggiran ibu kota Ankara itu dengan biaya sekitar 615 juta dolar AS .
Bangunan megah itu memiliki luas 200,000 meter persegi, atau 30 kali lebih besar dibanding Rumah Putih dan bahkan lebih besar dibanding Istana Versailles Perancis.
Erdogan yang menjadi presiden pada Ogos lalu setelah menjawat perdana menteri selama lebih dari satu dekade mengatakan akan membangun lebih banyak bangunan-bangunan megah.
"Generasi mendatang nanti akan mengatakan dari bangunan-bangunan itulah Turki baru dipimpin," kata Erdogan.
Kelompok pembangkang Turki mengecam pembangunan istana kepresidenan itu sebagai sebuah kemewahan yang absurd yang semakin membuktikan Erdogan sudah semakin menjadi pemimpin otoriter.
"Ini bukan istana saya, istana ini bukan harta peribadi. Istana ini milik rakyat," tambah Erdogan di hadapan para ahli perniagaan di Istanbul.
Pengunjung pertama istana baru itu adalah Paus Fransiskus pada bulan lalu yang diikuti Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyambangi Turki minggu lalu.
"Anda tak perlu menyembunyikan fakta bila menyangkut prestise. Istana kepresidenan memiliki sedikitnya 1,150 kamar, bukan 1,000 kamar seperti yang dikatakan media," kata Erdogan.
Istana Presiden Turki yang baru dibangun di pinggiran ibu kota Ankara itu dengan biaya sekitar 615 juta dolar AS .
Bangunan megah itu memiliki luas 200,000 meter persegi, atau 30 kali lebih besar dibanding Rumah Putih dan bahkan lebih besar dibanding Istana Versailles Perancis.
Erdogan yang menjadi presiden pada Ogos lalu setelah menjawat perdana menteri selama lebih dari satu dekade mengatakan akan membangun lebih banyak bangunan-bangunan megah.
"Generasi mendatang nanti akan mengatakan dari bangunan-bangunan itulah Turki baru dipimpin," kata Erdogan.
Kelompok pembangkang Turki mengecam pembangunan istana kepresidenan itu sebagai sebuah kemewahan yang absurd yang semakin membuktikan Erdogan sudah semakin menjadi pemimpin otoriter.
"Ini bukan istana saya, istana ini bukan harta peribadi. Istana ini milik rakyat," tambah Erdogan di hadapan para ahli perniagaan di Istanbul.
Pengunjung pertama istana baru itu adalah Paus Fransiskus pada bulan lalu yang diikuti Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyambangi Turki minggu lalu.
| Editor | : Ervan Hardoko |
| Sumber | : Al Arabiya |
Ya silap semua kementerian dalam Istana
ReplyDelete